Corona di Bali
Nampah Saat Penampahan Galungan Wajib Terapkan Protokol Kesehatan
Karena masih dalam suasana pandemi Covid-19 saat nampah ini wajib menerapkan protokol kesehatan.
Penulis: Putu Supartika | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Pelaksanaan Galungan selalu identik dengan tradisi nampah atau memotong hewan yang dilaksanakan saat Penampahan Galungan atau sehari sebelum Galungan.
Akan tetapi, karena masih dalam suasana pandemi Covid-19 saat nampah ini wajib menerapkan protokol kesehatan.
Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar, I Gede Ambara Putra meminta kepada seluruh masyarakat untuk ikut memperhatikan kesehatan hewan sebelum disembelih menjelang Hari Raya Galungan.
Hal ini dapat dilakukan dengan pengecekan hewan sebelum dan sesudah disembelih oleh dokter hewan berwenang.
• Setelah Lockdown di Berbagai Negara, 5 Tempat Wisata Ini Paling Dicari di Google
• Dalam Rangka HUT ke-42, PDDI Bali Gelar Donor Darah Massal di Banjar Segara Kuta
• Liverpool Vs Leeds United, Berikut Prediksi Line-upnya
Selain itu, penerapan protokol kesehatan mulai dari cuci tangan, menggunakan masker dan jaga jarak harus tetap dilaksanakan secara disiplin.
"Semua pihak agar selalu meningkatkan koordinasi, informasi dan edukasi agar pengolahan daging dapat dilakukan dengan baik dan benar sesuai dengan aturan sanitasi yang ada, serta kepada konsumen agar tidak mengkonsumsi daging mentah (belum dimasak), sehingga masyarakat dapat merasa aman dan nyaman dalam mengkonsumsi daging saat perayaan Galungan, terlebih lagi penerapan protokol kesehatan yang harus tetap disiplin," katanya saat dikonfirmasi Sabtu (12/9/2020).
Karenanya, Distan Kota Denpasar mengajak masyarakat melaksanakan pengecakan kesehatan hewan dan daging secara mandiri.
Selain itu, masyarakat juga dapat menggunakan jasa RPH untuk pemotongan.
Sehingga tidak perlu berkumpul, melainkan masyarakat sudah mendapatkan daging bersih yang siap di olah.
Ambara Putra menambahkan, dalam menunjang kelancaran pemotongan hewan jelang hari besar keagamaan, senantiasa melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap kesehatan hewan yang akan disembelih.
Sehingga hewan yang disembelih nantinya menghasilkan daging yang aman dan sehat untuk dikonsumsi.
Hal ini menurut Ambara dilakukan dengan pemeriksaan secara rutin terhadap hygin dan sanitasi, baik pemeriksaan hewan sebelum dipotong (antemortem) maupun pemeriksaan daging hasil pemotongan (postmortem).
"Hal ini tidak lain adalah untuk menjamin keamanan dan ketenteraman batin masyarakat dalam mengkonsumsi pangan asal hewan (PAH), khususnya daging babi yang sehat, aman dan utuh, jadi bagi masyarakat, sekehe atau komunitas yang hendak memotong babi kami sarankan ke RPH, hal ini semata-mata untuk mendukung penerapan protokol kesehatan di masyarakat, mengingat saat ini penyebaran Covid-19 kembali mengalami peningkatan," katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/foto-ilustrasi-wanita-bersama-babi-peliharaannya.jpg)