Ini Tanda-tanda Seseorang Mengalami Workaholic, Kalau Tidak Bekerja Merasa Tidak Tenang
workaholic atau pecandu kerja merupakan kondisi untuk menyebut mereka yang terlalu berlebihan bekerja hingga lupa pada aspek hidup yang lain.
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Tribunners, apa Anda pernah mendengar tentang workaholic ?
Mungkin banyak yang belum mengetahui tentang workaholic.
Workaholic merupakan suatu kondisi dari seseorang yang lebih mementingkan pekerjaan daripada hal lainnya.
Bagi mereka pekerjaan adalah nomor satu.
• AC Milan Resmi Rekrut Ante Rebic Durasi Lima Tahun
• BREAKING NEWS! Pria Asal NTB Ditemukan Meninggal di Kamar Hotel di Denpasar, Ini Ungkap Petugas
• Selain Enak, Makanan & Minuman Ini Juga Dapat Menyehatkan Vagina
Seiring meningkatnya gaya hidup dan tuntutan kerja keras, Anda perlahan makin akrab dengan istilah workaholic.
Sekilas istilah workaholic terdengar aneh.
Ya, workaholic atau pecandu kerja merupakan kondisi untuk menyebut mereka yang terlalu berlebihan bekerja hingga lupa pada aspek hidup yang lain.
Orang ini disebut sebagai orang yang mengalami workaholic, dan harus diketahui workaholic adalah suatu kondisi mengarah ke gangguan mental.
Orang workaholic bekerja berlebihan karena untuk menyelesaikan pekerjaan hingga tuntas, dan setelah selesai dia akan memeriksa ulang pekerjaannya itu hingga berkali-kali untuk memastikan pekerjaannya itu selesai dengan sempurna.
Setelah dia yakin pekerjaan itu sudah selesai dengan sempurna, dia bukannya berhenti untuk beristirahat, tapi justru dia akan mencari pekerjaan lain untuk dilakukannya.
Sehingga dia bisa dikatakan sebagai seseorang yang memiliki kepribadian obsesif kompulsif, yakni kepribadian yang selalu melakukan sesuatu berulang-ulang atau berkali-kali termasuk pekerjaan.
"Bagi orang workaholic bekerja adalah kesukaannya, dan dia merasa enjoy ketika bekerja," ujar Kaprodi Psikologi Universitas Malahayati Octa Reni Setiawati S.Psi, M.Psi mengatakan,
Kalau tidak bekerja dia merasa tidak tenang, merasa cemas, dan merasa tubuhnya sakit semua, sehingga dia merasa dia harus terus bekerja.
Selama bekerja, dia tidak mempedulikan kesehatannya, dan walaupun dia sedang sakit atau fisiknya sudah sangat lelah, dia tetap terus bekerja.
Itu sebabnya orang yang workaholic pasti kondisi kesehatannya sering terganggu atau sakit-sakitan, dibandingkan dengan orang yang bekerja dengan waktu kerja normal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-bekerja-presentasi-di-kantor.jpg)