Breaking News:

Pilkada Serentak

Jaya-Wibawa dan Amerta Tegaskan Komitmen untuk Patuhi Protokol Kesehatan di Pilkada Denpasar

Calon Walikota Denpasar dari PDIP, Gerindra, Hanura, PSI, Perindo, dan PKB, I Gusti Ngurah Jayanegara alias Gung Jaya mengaku pihaknya

Penulis: Ragil Armando | Editor: Wema Satya Dinata
pilkada serentak 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dua pasangan calon (paslon) yang akan bertarung di Pilkada Kota Denpasar menanggapi polemik terkait wacana penundaan Pilkada Serentak akibat pandemi.

Calon Walikota Denpasar dari PDIP, Gerindra, Hanura, PSI, Perindo, dan PKB, I Gusti Ngurah Jayanegara alias Gung Jaya mengaku pihaknya tidak mau ikut terlalu dalam terkait polemik tersebut.

Ia yang berpasangan dengan Kadek Agus Arya Wibawa dalam duet Jaya-Wibawa tersebut mengatakan bahwa pihaknya akan mengikuti apapun keputusan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penyelenggara pemilu.

"Saya, apapun yang diputuskan KPU sebagai penyelenggara ikut saja," kata dia saat dikonfirmasi, Senin (21/9/2020).

Mengenal Sosok Gede Tomat, Seniman Arja yang Memulai Karirnya Sejak Tahun 1980an

Pelatih Bali United Teco Larang Pemain Jalan-jalan Keluar Hotel saat Berada di Bantul

Raffi Ahmad & Nagita Slavina Habiskan Ratusan Juta untuk Tes Swab, Setelah Tahu Teman Positif Corona

Pun begitu, pihaknya menegaskan komitmen Jaya-Wibawa untuk tetap menerapkan dengan tegas protokol kesehatan dalam setiap tahapan Pilkada.

Pihaknya menegaskan bahwa Jaya-Wibawa tidak ingin pesta demokrasi menjadi klaster baru.

"Kalau itu kami terus terapkan dengan ketat, kami tidak ingin justru pesta demokrasi ini menjadi klaster baru," ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Calon Walikota dari Golkar, Demokrat, dan NasDem, Gede Ngurah Ambara Putra juga mengatakan hal serupa.

 Ia mengaku bahwa kesehatan masyarakat menjadi yang paling utama dalam Pilkada nanti.

"Memang kesehatan dan yang paling utama.

Kalau soal penundaan, kami ikut keputusan KPU saja. Kami juga ingin pandemi berakhir," kata dia, Senin.

Ia yang berpasangan dengan Made Bagus Kertanegara dalam duet Amerta ini juga menegaskan bahwa nantinya dalam pelaksanaan kampanye pihaknya juga akan menerapkan dengan tegas protokol kesehatan yang tegas.

Bahkan, pihaknya memastikan bahwa Amerta akan lebih banyak melakukan kampanye secara virtual.

"Kita tidak mau mempersulit masyarakat, kita harap semua sehat, saya rasa masyarakat Denpasar bisa mengakses media sosial.

Ramalan Zodiak Besok Selasa 22 September 2020, Aquarius Dibanjiri Masalah, Taurus Mempesona

Gugus Tugas Buleleng Sidak Protokol Kesehatan di Kampus & Tempat Ibadah, Pelanggar Didenda Rp 1 Juta

Istana Putuskan Pilkada Serentak Tak Ditunda, KPU Bali Pastikan Tak Ada Klaster Pilkada

Yang penting tentu track record Paslon sendiri. Kita tidak mungkin show force, kita ingin adu gagasan saja," tukasnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved