Di Bali, Belum Ada Integrasi Baik Antara Terminal Penyeberangan Penimbangan dan Cargo

Di indonesia masih terdapat banyak wilayah kepulauan yang terisolasi dan belum dilayani oleh moda penyeberangan.

Istimewa
Rapat konsolidasi, Angkutan Penyeberangan Perintis, di Kuta, Kamis (24/9/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN BALI.COM, BADUNG - Di indonesia masih terdapat banyak wilayah kepulauan yang terisolasi dan belum dilayani oleh moda penyeberangan.

Ke depan, tantangan penyelenggaraan angkutan penyeberangan perintis atau penyeberangan untuk angkutan penyeberangan di daerah terpencil, tidak hanya sebatas ketersediaan anggaran yang belum dapat memenuhi setiap usulan pelayanan yang diajukan oleh pemerintah daerah.

Dalam perkembangan selanjutnya, tantangan yang dihadapi oleh penyelenggaraan angkutan penyeberangan perintis akan semakin berat.

Menurut Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi, tantangan-tantangan tersebut mau tak mau harus dihadapi bersama selaku stakeholders angkutan penyeberangan.

Jenazah Ditolak Warga, Bukan Terkait Covid-19 tapi karena Lakukan Hal ini Semasa Hidup

Bertambah, Satu Pasien Positif Covid-19 Meninggal Dunia di Jembrana

Duet Alex - Ciro di PS Tira Ancaman Pertahanan Bali United, Teco Tegaskan Ini

"Sebagai langkah awal, kami memohon dukungan para stakeholders, khususnya kepada operator angkutan penyeberangan perintis dan operator pelabuhan penyeberangan untuk mengoptimalkan supply layanan angkutan penyeberangan perintis dan kepada pemerintah daerah untuk mendorong demand layanan angkutan penyeberangan perintis," ujar Dirjen Hubdar Budi Setiyadi, dalam keterangannya seusai membuka rapat konsolidasi, Angkutan Penyeberangan Perintis, di Kuta, Kamis (24/9/2020).

Kadis Perhubungan Provinsi Bali, I Gede Wayan Samsi Gunarta mengatakan, penyeberangan di Bali, masih semata-mata sebagai terminal penyeberangan dan belum ada integrasi yang cukup baik antara terminal penyeberangan penimbangan dan cargo.

"Memang ini perlu diperhatikan karena tuntutan ke depan tidak hanya sebagai tempat lewat, namun perlu terobosan cukup kreatif untuk meguatkan sistem kita," katanya.

Ia menambahkan dengan hadirnya tol Probowangi, jumlah penyeberangan kata dia akan cukup besar.

Janda Kiwil Minta Dinikahi Siri pada Suami Keduanya, Singgung Haid dan Nafkah Batin

Masyarakat Terdampak Covid-19 Meningkat, Astra Financial Serahkan Ventilator untuk Provinsi Bali

Update Covid-19 Kota Denpasar, Sembuh Bertambah 42 Orang, Positif 21 Orang

Dengan demikian, sangat disayangkan kalau penyeberangan hanya digunakan sebagai tempat lewat orang saja.

Untuk itu, perlu langkah bagaimana menciptakan pendapatan lain dan logistic control.

"Kami berharap bahwa transportasi perintis tetap dipertahankan untuk menjaga pelayanan penyeberangan, namun juga kita berharap upaya ini tidak selama-lamanya dan mulai bepikir agar sedikit berubah," harapnya.

Melalui rapat konsolidasi ini, Marwanto Heru Santoso, selaku Direktur Transportasi Sungai, Danau, dan Penyeberangan Ditjen Perhubungan Darat berharap apa yang menjadi kendala yang sudah ditemui selama ini, bisa diperbaiki dan ditingkatkan.

Bersama stakeholder terkait, pihaknya berharap adanya masukan yang bisa sebagai acuan untuk perbaikan ke depannya.(*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved