Matahari Bercincin Hebohkan Warga Malang, Begini Penjelasan BMKG
Heboh di medsos, fenomena matahari bercincin di Kota Malang, begini penjelasan BMKG
Fenomena ini pun ramai dibagikan oleh warganet di lini media sosial yang berhasil mengabadikan momen tak biasa ini, seperti di Kawasan Kota Denpasar maupun Legian, Kuta, Badung, Bali.
Kepala Bidang Data dan Informasi Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar Iman Faturahman, menjelaskan fenomena ini lazim disebut dengan fenomena Halo.
"Fenomena tersebut merupakan fenomena Halo yaitu fenomena optis berupa lingkaran cahaya yang mengelilingi matahari ataupun bulan. Halo terjadi karena adanya refleksi dan pembiasan sinar matahari oleh permukaan es yang berbentuk batang atau prisma dari awan cirrus yang sangat dingin di atmosfer," jelasnya saat dikonfirmasi Tribun Bali.
Ia memastikan fenomena ini tidak terkait dengan tanda-tanda semisal adanya bencana yang akan datang.
"Ini fenomena biasa yang tidak menunjukkan sesuatu hal lain ataupun bencana," ujarnya.
Penampakan fenomena Halo bergantung pada ada tidaknya Awan Cirrus di wilayah tersebut sehingga tidak semua wilayah di Bali bisa menyaksikan fenomena ini.
"Fenomena halo bukan fenomena astronomis seperti halnya gerhana matahari. Bisa terjadi di tempat yang sedang mengalami cuaca cerah dan terdapat awan Cirrus. Saat ini tidak semua wilayah Bali dapat melihatnya, karena kondisi cuaca di Bali tidak sama di semua wilayah. Ada yang sedang cerah dan ada yang kondisinya berawan," bebernya.
Lanjutnya, fenomena Halo terjadi hanya beberapa saat dan akan berakhir jika awan Cirrus sudah mulai punah atau menghilang dan atau ditutupi oleh awan-awan lainnya.
Masyarakat tidak dianjurkan melihatnya dengan mata telanjang.
"Karena ada pancaran sinar UV dari matahari dan radiasi maka sebaiknya tidak dilihat dengan mata telanjang, bisa berbahaya bagi mata," tutup dia.
Fenomena Halo Matahari di Bali Maret 2020
Diberitakan Tribun Bali, Selasa (10/3/2020) siang, masyarakat Bali digemparkan oleh adanya fenomena Halo Matahari.
Fenomena ini menjadi perhatian bagi sejumlah masyarakat karena dapat dikatakan jarang terjadi sebelumnya.
Kepala Bidang Data dan Informasi Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Iman Faturahman mengatakan, fenomena Halo Matahari adalah fenomena optis oleh adanya pembiasan/perpendaran sinar matahari oleh awan Cirrus (awan tinggi) yang mengandung sedikit uap air dan butiran es.
Tidak hanya dapat dilihat di daerah Kuta, Badung, fenomena ini juga dapat disaksikan di daerah Denpasar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/fenomena-alam-halo-di-wilayah-malang-jawa-timur-yang-terjadi-pada-pukul-1000-wib.jpg)