Permintaan Lesu, Peternak Ayam Potong di Klungkung Turunkan Jumlah Bibit
Situasi pandemi Covid-19, membuat sentra peternakan ayam potong di Klungkung lesu.
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Situasi pandemi Covid-19, membuat sentra peternakan ayam potong di Klungkung lesu.
Minimnya permintaan dan rendahnya harga selama pandemi, membuat para peternak tersebut harus melakukan penurunan jumlah bibit.
Seorang pekerja peternakan di Desa Manduang, Klungkung I Nengah Artaya menjelaskan, secara umum pandemi Covid-19 sangat berimbas ke para peternak.
Sejak bulan Maret, mulai tidak ada permintaan ke hotel dan restaurant dan membuat harga ayam potong anjlok.
" Saat itu harga ayam potong anjlok, bisa kurang dari Rp12 ribu per Kilogram. Padahal sebelumnya, harga ayam potong berkisar Rp 22 ribu sampai Rp 24 ribu per kilogram," ungkap Nengah Artaya.
• Akmal Taher Mundur dari Satgas Covid-19 : Saya Kerjakan Apa Yang Saya Yakinin Saja
• BREAKING NEWS - Hari Ini McDonalds Kuta Beach Tutup Permanen
• Tinggal 3 Hari, Promo Gantung Alfamart Banjir Diskon Kebutuhan Rumah Tangga, Lebih Murah Pakai Gopay
Karena berkurangnya permintaan, sejumlah perusahaan peternakan harus mengurangi bibit.
Misalnya pada kandang yang diurus oleh Nengah Artaya, jika sebelum pandemi kandangnya bisa memlihara 10.000 ekor ayam potong.
Saat ini paling banyak pihaknya hanya memelihara sekitar 5000 ayam potong. Itupun sebagaian besar hanya dipasarkan di sejumlah pasar di Bali.
"Sebenarnya kalau usaha ayam potong itu pasang surut, tapi semenjak pandemi justru sangat lesu. Harga ayam potong terakhir setahu saya Rp 18.000 per kilogramnya," ungkapnya.
• Klaster Keluarga Dominasi Kasus Covid-19 di Karangasem
• Berat 1,5 Ton, Petugas Masih Berupaya Evakuasi Pengembalian Hiu Tutul yang Terdampar ke Laut Lepas
• Meski Belum Ada Surat Resmi, Pemkot Denpasar Imbau Masyarakat Tak Pakai Masker Scuba dan Buff
Hal serupa diungkapkan Sudarma, peternak asal Desa Timuhun Klungkung.
Dirinya pun terpaksa melakukan penurunan jumlah bibit, karena situasi pandemi.
Dari awalnya ia memelihara hingga 6000 ekor ayam potong, saat ini hanya sekitar 3000 ekor.
"Saat ini peternakan lesu, jadi harus kurangi jumlah ternak agar tidak rugi juga di pakan. Semoga kondisinya segera kembali baik, agar pasar kembali menggeliat," ungkap Sudharma. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/situasi-salah-satu-peternakan-di-ayam-potong-di-desa-manduang.jpg)