Corona di Bali
Klaster Keluarga Dominasi Kasus Covid-19 di Karangasem
Kasus terkonfirmasi Covid-19 di Karangasem didominasi klaster keluarga. Lalu disusul oleh klaster perkantoran, baik di pemerintahan, BUMN, dan swasta
Penulis: Saiful Rohim | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Kasus terkonfirmasi Covid-19 di Karangasem didominasi klaster keluarga.
Lalu disusul oleh klaster perkantoran, baik di pemerintahan, BUMN, dan swasta. Sedangkan klaster perjalanan luar negeri (PPLN) serta klaster pasar kecil diperkirakan sekitar 3 sampai 5 persen.
Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Karangasem, Keetut Sedana Merta, mengaku, dari 780 kasus terkonfirmasi Covid-19 di Karangasem hampir sebagian besar berasal klaster keluarga.
Paling banyak yang terkena yakni warga usia 40 sampai 60 tahun ke atas, sudah lansia.
"Klaster keluarga yang medominasi kasus di Karangasem. Kalau klaster kantor ditemukan 1, 2, atau 3 orang. Dan itupun langsung ditindaklanjuti pimpinan kantor dengan menutup, menyemprotkan desinfektan dan perketat protokol kesehatan,"ungkap Sedana, Senin (28/9/2020).
• Berat 1,5 Ton, Petugas Masih Berupaya Evakuasi Pengembalian Hiu Tutul yang Terdampar ke Laut Lepas
VIDEO: LAGI VIRAL Roti Jabrig, Kejunya Melimpah, Green Tea & Coklat Isinya Lumer di Lidah
• WIKI BALI - Daftar Perkiraan Biaya Persalinan Operasi Caesar di Bali Royal Hospital
• Tiga Hari Jelang Laga Bali United, Polri Tak Keluarkan Izin Keramaian, Tupamahu: Sangat Disayangkan
Pria yang kini meenjabat sebagai Sekda Kab. Karangasem mengatakan, meningkatnya klaster keluarga karena rendahnya kesadaran warga akan protokol kesehatan.
Seperti mengunakan alat pelindung diri seperti masker, berprilaku hidup sehat dan bersih, jaga jarak (physical distancing) min. 1 meter.
"Makanya saya himbau seluruh masyarakat Karangasem untuk taat akan protokol kesehatan yang ditentukan. Memakai masker dengan benar, menjaga jarak, dan berperilaku hidup sehat & bersih. Dari luar rumah harus cuci tangan biar beersih," imbau Sedana Merta, mantan Kepala Dinas PU.
Data gugus tugas percepatan penangganan Covid-19 di Kab. Krangasem, Senin (28/9/2020), kasus terkonfirmasi sebanyaak 780 kasus. Yang dinyatakaan sembuh 590, meninggal dunia 36, sedangkan pasien yang masih perawatan di RSUD Karangasem dan rumah sakit rujukan sebanyak 154 orang.
• Jalani Sidang Online Lanjutan, Jerinx SID Mengaku Sangat Sehat, Ini Link Live Streamingnya
• Jerinx dan Kuasa Hukum Akan Tolak Dakwaan dari JPU, Ini Alasannya
• Isyana Sarasvati Lelang Sweater Edisi Terbatas, Mulai dari Rp 500 Ribu
Kasus suspect 351 kasus, dan 322 dinyatakan sembuh. Kasus probable 230 kasus, 179 sembuh, puluhan orang meninggal.
Sedangkan kontak erat 3.721 dan 3.613 orang sudah dinyatakan sembuh. Kasus terkonfirmasi tersebar di 8 Kecamatan di Karangasem. Terbanyak Kec. Karangasem dan Abang.
Koordinator Bid. Kesehatan Gugus Tugas percepatan penangganan Covid-19 Karangasem, Gusti Bagus Putra Pertama, menambahkan, pasien sesuai umur bervariatif.
Pasien berumur 0 - 5 tahun 9 orang, pasien usia 6 - 13 tahun 9 oraang, 14 - 25 tahun 86 orang, dan pasien usia 26 - 40 sebanyak 240 orang.
• BREAKING NEWS! Hiu Tutul Seberat 1,5 Ton Terdampar di Pantai Pekutatan Bali, Ini Kata Polisi
• Tiga Laka Lantas di Denpasar Dalam Semalam Karena Pengaruh Miras, 5 Korban Luka-Luka
• Digadang Pewaris Trah Soeharto, Ini 7 Gurita Bisnis Tommy Soeharto dari Hotel Hingga Pesawat Carter
"Paling banyak yakni pasien berusia 41 - 60 tahun sebanyak 308 orang. Sedangkan pasien berusia 60 tahun ke atas sebanyak 128orang," ungkap I Gusti Bagus Putra Prtama. Pasien yang terkonfirmasi hampir 97 persen merupakan transmisi lokal, sisinya PPLN.
Untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, warga diminta disiplin serta rajin mencuci tangan mengunakan air mengalir beserta sabun untuk menghindari penularan Covid-19.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-covid-19-di-denpasar.jpg)