Minum Kopi Sebelum Sarapan Bisa Picu Diabetes, Benarkah?
para ahli mengingatkan pentingnya menahan konsumsi kafein sampai selesai sarapan pagi.
Para peneliti juga mencari pengaruh kopi pada orang yang kurang tidur.
Caranya, mereka meminta partisipan untuk memasang alarm agar berbunyi setiap jam di malam hari.
Di saat partisipan terbangun, para peneliti mengirimi mereka pertanyaan seperti penjumlahan sederhana setiap 30 detik yang harus mereka jawab.
Studi ini mengamati kadar gula darah dan insulin partisipan pada tiga tahapan, yaitu:
- Partisipan yang tidur penuh tanpa konsumsi kopi.
- Partisipan yang tidurnya terganggu (karena alarm berbunyi setiap jam), tanpa konsumsi kopi.
- Partisipan yang tidurnya terganggu, dan mengonsumsi kopi.
Kopi yang dipakai adalah black coffee dengan takaran 300 mg, yang kira-kira setara dua cangkir kopi standar.
Gula darah partisipan diuji begitu mereka selesai sarapan, sekitar 30 menit setelah minum kopi.
Hasil penelitian ini tidak menemukan konsumsi kopi atau kurang tidur berdampak pada tingkat insulin.
Namun, kopi hitam kental yang dikonsumsi sebelum sarapan meningkatkan respons glukosa darah.
Hasil itu tampak dari tes darah yang dilakukan selama dua jam sesudah sarapan.
"Studi ini memiliki dampak kesehatan yang luas," sebut dia.
"Sebab, hingga sekarang pengetahuan tentang apa yang 'dilakukan' kopi pada tubuh kita terbatas, khususnya untuk kontrol metabolisme dan gula darah," sambung Betts.(*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Minum Kopi Sebelum Sarapan Picu Diabetes, Benarkah?",
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-wanita-minum-kopiwanita-panjang-umur.jpg)