Breaking News:

Pelda Muhaji Sanggah Anggapan Dugaan Kasus Penyekapan & Penyegelan Tiga Orang di Sesetan

Pelda Muhaji Anggota TNI Kodam IX/Udayana Sanggah Anggapan Kasus Penyekapan dan Penyegelan Tiga Orang di Sesetan

Istimewa
Foto : Anggota Denpom IX/3 Denpasar membongkar papan kepemilikan lahan yang dipasang oleh Pelda Muhaji di Jalan Batas Dukuh Sari, Gang Merak, Sesetan, Denpasar, Bali, pada Sabtu (3/10/2020) malam. 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pelda Muhaji buka suara terkait kasus dugaan penyekapan tiga warga di Jalan Dukuh Sari No.18 Gang Mekar, Sesetan, Denpasar Selatan, Denpasar, Bali.

Pelda Muhaji menerangkan bahwa kasus ini bermula dari adanya sengketa kepemilikan lahan atas bangunan tersebut.

Terkait pemberitaan yang menyatakan penyegelan dan penyekapan yang dilakukannya, prajurit aktif dari Babinminvetcadam IX/Udayana tersebut menyatakan bahwa hal itu tidak sepenuhnya benar.

Pelda Muhaji menduga bahwa pihak Hendra selaku penghuni bangunan rumah dengan sengaja memancing dan menghendaki hal tersebut agar tersiar lewat media.

 

Ini Hal yang Bisa Bikin Zodiak Marah Besar, Scorpio Tidak Suka Terpojok, Bagaimana dengan Zodiakmu?

Ia beranggapan atas sebuah kabar yang beredar seolah-olah Hendra adalah korban, padahal Pelda Muhaji juga menyatakan sebagai korban karena sudah memiliki sertifikat sah sesuai SHM dan sudah melaporkan serta mengikuti prosedur di satuan ataupun Hukum di Kepolisian.

Pelda Muhaji lantas mengambil inisiatif pribadi dengan memasang banner yang besar atau papan kepemilikan sah atas lahan tanah SHM bernomor 11392 tersebut, sebab berlarutnya permasalahan sengketa tanah dan bangunan tersebut.

Papan dipasang di depan rumah kontrakan Hendra sehingga menutup akses keluar masuk rumah kontrakan tersebut.

"Tujuan saya memasang papan agar Hendra dan keluarganya juga keluar dari rumah dan tanah yang masih sengketa, biar sama-sama tidak menggunakan fasilitas tanah dan bangunan yang masih di sengketakan tersebut," ungkapnya kepada Tribun Bali, Minggu (4/10/2020).

Pelda Muhaji pun menyadari tindakan yang ia lakukan kurang tepat dan dirasa terlalu terburu-buru melakukan tindakan pemasangan spanduk permanen dengan rangka besi di depan rumah kontrakan tersebut sebelum ada keputusan yang sah dari pihak Pengadilan Negeri Denpasar.

Halaman
123
Penulis: Adrian Amurwonegoro
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved