Api Abadi Mrapen Padam, Begini Ceritanya Mulai Kerajaan Majapahit hingga Tongkat Sunan Kalijaga
Padamnya Api Abadi Mrapen juga disampaikan langsung oleh pengelola tempat Api Abadi Mrapen, David Diyanto.
TRIBUN-BALI.COM - Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah memiliki salah satu tempat wisata favorit di kalangan wisatawan, yaitu Api Abadi Mrapen.
Namun, kabar mengherankan datang kala Api Abadi Mrapen telah padam total untuk pertama kalinya dalam sejarah.
Padamnya Api Abadi Mrapen juga disampaikan langsung oleh pengelola tempat Api Abadi Mrapen, David Diyanto.
• Vaksin Covid Segera Diproduksi Massal, Dirut Bio Farma Perkirakan Harga Rp 200.000 per Dosis
Ia mengatakan, api biru yang berkobar melalui lubang pipa di titik sumber Api Mrapen perlahan mengecil sejak sepekan lalu, hingga akhirnya padam total pada 25 September 2020.
Lalu seperti apa latar belakang Api Abadi Mrapen hingga menjadi daya tarik wisata Kabupaten Grobogan?
Jadi sumber nyala api obor PON 1996
Api Abadi Mrapen terkenal sebagai salah satu tempat wisata di Kabupaten Grobogan.
Lokasinya berada di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan.
• Fakta Padamnya Api Abadi Mrapen, Pertama Kali Dalam Sejarah, Begini Cerita Awalnya
Berdasarkan data pengelola, api yang menyala karena pasokan gas rawa keluar secara alami dari perut bumi itu belum pernah sekalipun padam.
Hal tersebut yang menjadikan Api Abadi Mrapen unik dan membuat wisatawan datang untuk melihat secara langsung.
Api berwarna biru itu telah melegenda tak hanya di kalangan wisatawan nusantara, namun juga wisatawan mancanegara.
Terang saja, pasalnya, api tersebut pernah digunakan sebagai sumber nyala api obor beberapa perhelatan nasional maupun internasional.
Sebut saja mulai dari pesta olahraga nasional yaitu Pekan Olahraga Nasional (PON) XVI 23 Agustus 1996.
Bahkan puluhan tahun sebelumnya, Api Abadi Mrapen sempat digunakan sebagai sumber nyala api obor pesta olahraga internasional Ganefo pada 1 Novemberr 1963.
Perhelatan olahraga tersebut mempertemukan sebanyak 2.700 atlet dari 51 negara di Asia, Afrika, Eropa, dan Amerika Latin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/obyek-wisata-api-abadi-mrapen.jpg)