Truk Terguling Dini Hari Tadi di Desa Yehembang Jembrana, Pengemudi Selamat

Truk memuat semen mengalami kecelakaan tunggal di kawasan Banjar Bale Agung Desa Yehembang Kecamatan Mendoyo.

Istimewa
Foto: kondisi truk yang mengalami Laka tunggal di Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo dini hari tadi, Rabu (7/10/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA- Truk memuat semen mengalami kecelakaan tunggal di kawasan Banjar Bale Agung, Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Bali.

Truk terguling memuat semen itu diketahui mengalami out of control, Rabu (7/10/2020), sekira pukul 03.45 WITA.

Truk pun berusaha dievakuasi oleh Satlantas Polres Jembrana.

Kasatlantas Polres Jembrana, IPTU Shinta Ayu Pramesti mengatakan, truk terguling di Jalan Denpasar-Gilimanuk, Kilometer 80-81.

Duet Alex Rins dan Joan Mir Tak Pernah Diragukan Bos Suzuki di MotoGP 2020

Omnibus Law Cipta Kerja Disahkan, Massa Aliansi Bali Tidak Diam Siap Turun ke Jalan

Balapan di Kandang Sendiri, Fabio Quartararo Ingin Cetak Sejarah Baru di MotoGP Prancis 2020

Truk dengan Nopol DK 9409 FC itu dikemudikan I Made Adi Purnawan (31), warga Banjar Pusri, Desa Tuwed, Kecamatan Melaya.

Untuk pengemudi sendiri selamat dari peristiwa ini.

“Kecelakaan tadi pagi sekitar pukul 03.45 WITA menjelang subuh. Jadi kecelakaan tunggal karena out of control,” ucapnya.

Shinta menjelaskan, awal kecelakaan ini terjadi saat pengemudi berangkat dari arah Barat atau Gilimanuk menuju ke Timur arah Denpasar.

Pengemudi memuat semen dengan berat 13 ton.

Saat melaju, truk colt diesel itu kecepatannya sedang saja.

Namun, saat melewati jalan turunan landai beraspal baik dilengkapi marka utuh arus lalin sepi, sopir mengantuk.

Akhirnya truk keluar ke kiri dari badan jalan.

Seketika itu juga, pengemudi hilang keseimbangan dan tidak dapat menguasai kendaraan.

“Akhirnya truk jatuh di sebelah Utara jalan dengan posisi miring bagian kepala menghadap ke Timur Laut,” ungkapnya.

Dari peristiwa ini, sambung Shinta, pengemudi selamat akan tetapi mengalami luka robek di pelipis kanan dan luka lecet lutut kaki kiri.

Untuk kendaraan mengalami kerusakan di bagian kaca depan pecah.

Selanjutnya kerusakan juga di bagian body depan sebelah kanan penyok dan bak belakang kanan penyok.

“Kami selalu imbau supaya ketika mengantuk untuk berhenti dan beristirahat. Karena sering kali lakalantas itu terjadi karena human error (mengantuk, tidak menaati rambu lalu lintas dsb),” bebernya. (*).

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved