Penanganan Covid
Belum Ada Desa Wisata di Gianyar Terverifikasi Protokol Kesehatan
desa wisata di Kabupaten Gianyar tidak ada satupun yang terverifikasi protokol kesehatan sebagai syarat operasional.
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Meskipun Bupati Gianyar, Made Mahayastra telah memberikan kelonggaran untuk destinasi pariwisata di Kabupaten Gianyar, Bali agar tetap beroperasi di musim pandemi Covid-19.
Namun desa wisata di Kabupaten Gianyar tidak ada satupun yang terverifikasi protokol kesehatan (prokes) sebagai syarat operasional.
Berdasarkan data dihimpun Tribun Bali, Kamis (8/10/2020), hingga saat ini, Dinas Pariwisata Gianyar baru mengeluarkan sertifikasi sebanyak 155 unit.
Terdiri dari hotel sebanyak 119, restoran 13, daya tarik wisata (DTW) 23.
• Daftar Petarung Terbaik UFC Terbaru, Khabib Nurmagomedov Ada Diurutan ke Dua
• Basarnas Bali Gelar Latihan Dengan Materi Vertikal Rescue Dalam Operasi SAR
• Gemini Punya Bakat Beradu Akting, Leo Berbakat, 4 Zodiak Ini Diramal Sukses Jadi Artis
Sementara, dari 21 desa wisata di Kabupaten Gianyar belum ada satupun yang terverifikasi.
Kepala Dinas Pariwisata, Anak Agung Gede Putrawan mengatakan, tidak adanya desa wisata yang lolos verifikasi karena hingga saat ini belum ada yang mengajukan.
Pihaknya menduga desa wisata tersebut masih melakukan pembenahan.
"Memang belum ada yang mengajukan sertifikasi. Kemungkinan masih memanfaatkan situasi sepi ini untuk berbenah," ujarnya.
Namun pihaknya meminta, jika ingin beroperasi, mereka wajib mengantongi sertifikat lolos verifikasi penerapan protokol kesehatan dari Pemkab Gianyar.
Sebab hal ini berkaitan dengan kesehatan pengunjung dan pihak pengelola desa wisata.
"Kalau beroperasi, wajib mengantongi sertifikasi. Sebab ini juga untuk menjaga kepercayaan pengunjung bahwa tempat itu memperlihatkan kesehatan pengunjung," tandasnya.
Lebih lanjut dikatakannya, protokol kesehatan yang dimaksudkan ini, di setiap desa wisata harus menyediakan tempat mencuci tangan di pintu masuk, memiliki alat pengecekan suhu pengunjung, penerapan jaga jarak, dan sebagainya.
"Itu semua harus dipenuhi demi kebaikan bersama," tegasnya.
Bupati Gianyar, Made Mahayastra mengatakan, pihaknya saat ini tidak saklek terhadap pariwisata, seperti di awal-awal pandemi.
Sebab pariwisata merupakan penunjang utama perekonomian masyarakat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kepala-dinas-pariwisata-anak-agung-gede-putrawan.jpg)