Penanganan Covid

Bersama 9 Provinsi Lain, Bali Diberi Perhatian Khusus oleh Pemerintah Pusat dalam Penanganan Covid

Pemerintah pusat memberikan perhatian khusus terhadap 10 provinsi di Indonesia dalam penanganan Covid-19

Dokumentasi Pemprov Bali
Foto: Ketua Satgas Penangangan Covid-19, Doni Monardo rapat bersama Gubernur Bali Wayan Koster dan berbagai pemangku kepentingan lainnya di rumah jabatan Gubernur Bali, Jaya Sabha, Denpasar, Jum'at (9/10/2020) 

Laporan Jurnalis Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pemerintah pusat memberikan perhatian khusus terhadap 10 provinsi di Indonesia dalam penanganan Coronavirus Disease 2019 ( Covid-19), salah satunya Bali.

10 provinsi tersebut diberikan perhatian khusus karena kasus Covid-19 mengalami lonjakan yang tinggi.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Doni Monardo mengatakan, Pemerintah pusat melalui Satgas melakukan berbagai upaya untuk mendukung penuh sejumlah provinsi yang dianggap memiliki peningkatan kasus, termasuk Bali.

Apalagi berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), saat ini masih ada masyarakat yang menganggap dirinya tidak mungkin terpapar Covid-19.

Demo Mahasiswa Unud Digiring ke Isu SARA, Ketua BEM Unud Angkat Bicara

Dukung Pilkada Sehat dan Berbudaya, SAPAMA Center Gelar Seri Diskusi Online

Update Covid-19 di Denpasar 9 Oktober 2020, Kasus Sembuh Bertambah 34 Orang

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana itu memaparkan, jumlah masyarakat yang percaya tidak mungkin terkena Covid-19 mencapai 17 persen atau angka riilnya hampir 45 juta orang secara nasional.

Termasuk di Bali, sekitar 20,78 persen masyarakatnya ada yang merasa tidak mungkin terpapar Covid-19.

"Ini adalah angka yang sangat besar dan untuk itu langkah dan upaya untuk memutus mata rantai ini harus ditingkatkan lagi,” kata Doni saat rapat bersama Gubernur Bali, Wayan Koster dan pemangku kepentingan lainnya di rumah jabatan Gubernur Bali, Jaya Sabha, Denpasar, Bali, Jumat (9/10/2020).

Menurut dia, sosialisasi disiplin protokol kesehatan (prokes) sebagai hal mendesak yang harus jadi prioritas setiap kepala daerah, baik melalui media massa ataupun media sosial.

Satgas, kata dia, telah bekerja sama dengan Dewan Pers dan sejumlah media untuk mendukung dan mengisi program sebagai upaya mengubah perilaku masyarakat.

"Penyampaian informasi dengan kearifan lokal, dengan bahasa-bahasa setempat juga tak kalah penting karena sekali lagi pemahaman yang kurang akan berbahaya, tentang apa itu new normal, apa itu sosial distancing, dan lainnya,” katanya.

Baginya, Covid-19 sangat berbahaya karena bukan ditularkan oleh hewan, tapi dari manusia ke manusia.

Apalagi orang yang kemungkinan besar menularkan adalah orang terdekat, seperti keluarga, kerabat, teman.

Oleh karena itu, memakai masker, cuci tangan dan jaga jarak adalah prioritas untuk saat ini.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved