Pernikahan Online Sejoli Asal Bali, Ini Kisah di Baliknya
Pernikahan sejoli asal Bali ini terpaksa dilakukan secara virtual lantaran dunia tengah dilanda pandemi Covid-19.
Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara | Editor: Ady Sucipto
"Waktu acara kami yang dilakukan oleh keluarga di Bali dihadiri keluarga besar, kelian adat, kelain dinas masing-masing, serta mekalan kalan dasar untuk pelengkap suatu pernikahan dibali dikatakan sah tanggal 8 kemarin," tutur Malen
Nah setelah upacara yang mereka gelar di Bali sah secara adat, surat nikah secara adat dan catatan sipil tersebut dikirimkan keluarga Malen ke Jepang.
"Setelah upacara tersebut di Bali, surat akan dikirimkan ke jepang untuk kami melangsungkan pernikahan secara hukum di KBRI tokyo," tuturnya
Tut Malen mengaku setelah pandemi covid 19 mereda dan mereka bisa pulang ke Bali, mereka berencana melanjutkan uparaca pernikahan mereka yang belum mereka laksanakan, seperti banten bale, ngabe tipat bantal dan lainya.
"Kurang lebihnya begitu, ini pengalaman berdasarkan kami. Mungkin teman yg di australia dan amerika atau negara lain yang melakukan hal serupa memiliki pertimbangan dan alasan khusus untuk melakukan prosesi tersebut.
Tuhan dan leluhur beliau berada dimana saja, yang terpenting niat dan keyakinan bhakti menjalankan sesuatu," tutur Malen.
Malen berharap masyarakat Bali bisa memaklumi proses pernikahannya yang digelar secara virtual.
"Saya lihat komentar netizen di media sosial pro kontra, padahal mereka tidak tahu yang sebenarnya terjadi.
Kalau tidak ada pandemi ini, kami tentu dengan senang hati melaksanakan pernikahan langsung tanpa harus melalui aplikasi," kata Malen. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pernikahan-virtual-sejoli-asal-bali.jpg)