Breaking News:

BPBD Jembrana Dibantu FRPRB, BMKG Minta Warga Pantau Update Informasi Resmi

Bencana terjadi di beberapa daerah di Jembrana, Bali mulai dari Kecamatan Pekutatan hingga Negara.

Dok Jembrana
Dua banjar di Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, Jembrana, Bali, dilanda banjir, Senin (12/10/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA- Bencana terjadi di beberapa daerah di Jembrana, Bali, mulai dari Kecamatan Pekutatan hingga Negara.

Beberapa bencana itu diantaranya banjir hingga tanah longsor.

Terparah ialah bencana banjir yang merendam dua wilayah, yaitu Banjar Kelapa Balian dan Munduk di Desa Pengambengan.

Atas hal ini, BPBD Jembrana pun berupaya untuk menyalurkan air bersih ke warga terdampak.

Baca juga: Jerinx: Ketua IDI Bali Sudah Menatap Mata Saya dan Bilang Saya Orang Baik

Baca juga: Dua Bulan Dipenjara, Jerink Mengaku Ada Pihak yang Mengganggu Istrinya 

Baca juga: Kapten Kapal Berbendera Liberia Butuhkan Bantuan Medis, Basarnas Bali Lakukan Medical Evacuation

Plt BPBD Jembrana, I Gusti Ngurah Dharma Putra mengatakan, pihaknya saat ini mengimbau masyarakat agar waspada, apalagi sesuai informasi dari BMKG bahwa sepuluh hari kedepan potensi curah hujan tinggi akan tetap berlangsung di Jembrana, Bali.

Bahkan di beberapa daerah Bali.

Karena itu, pihaknya meminta supaya masyarakat waspada dan tetap memantau informasi update dari relawan atau BMKG Bali.

“Kami juga bekerjasama atau dibantu oleh FRPRB (Forum Relawan Pengurangan Resiko Bencana) untuk info-info awal dan juga penanganan di lapangan,” ucapnya, Selasa (13/10/2020).

Kepala Stasiun Klimatologi Jembrana, Rahmat Prasetya mengatakan, untuk sepuluh hari kedepan mulai Sabtu (10/10/2020) lalu memang sesuai peta iklim Bali, Jembrana akan turun hujan deras.

Namun prediksi ini tentu saja bisa berbeda karena memang bisa jadi tidak deras.

Karena itu, pihaknya meminta supaya masyarakat selalu mengakses informasi resmi BMKG di website resmi atau sosial media resmi lainnya.

“Ya tetap waspada ketika hujan ekstrem kembali terjadi. Dan tetap pantau informasi resmi BMKG,” bebernya. (*).

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved