Beda Pendapat Prabowo dan Fadli Zon Soal UU Cipta Kerja, Pengamat Sebut Soal Idola Oposan
Meski Prabowo Subianto mendukung UU Cipta Kerja, berbeda dengan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon yang terang-terangan menolak UU Cipta Kerja
TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Disahkannya Undang-Undang (UU) Cipta Kerja oleh DPR baru-baru ini, mendapat respon dan dukungan dari Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.
Meski Prabowo Subianto mendukung UU Cipta Kerja, berbeda dengan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon yang terang-terangan menolak UU Cipta Kerja.
Seperti diketahui, Prabowo saat ini bergabung dalam kabinet Jokowi sebagai Menteri Pertahanan (Menhan) RI sementara Fadli Zon menjabat anggota DPR RI.
Baca juga: PDIP di Tengah Heboh UU Cipta Kerja-Pandemi, Hasto: Ada yang Tak Sabar Tunggu Pilpres 2024
Baca juga: Perusuh Aksi UU Cipta Kerja Lemparkan Bola Kasti Berisi Cairan Kimia ke Polisi
Baca juga: Fadli Zon Minta Presiden Jokowi Terbitkan Perppu Batalkan UU Omnibus Law Cipta Kerja, Ini Sebabnya
Soal sikapnya itu, Fadli Zon sebelumnya sudah menyampaikan permintaan maaf.
"Sebagai anggota DPR, saya termasuk yang tidak dapat mencegah disahkannya undang-undang ini," ujar Fadli dalam keterangannya, Jakarta, Rabu (7/10/2020).
Fadli mengaku bukan merupakan Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR yang bertugas melakukan pembahasan RUU Cipta Kerja sejak awal hingga disahkan.
"Selain bukan anggota Baleg, saya pun termasuk yang terkejut adanya pemajuan jadwal Sidang Paripurna kemarin, sekaligus mempercepat masa reses. Ini bukan apologi, tapi realitas dari konfigurasi politik yang ada. Saya mohon maaf," papar Fadli.
Rekan Fadli Zon di Partai Gerindra yakni Habiburokhman menghormati sikap Fadli Zon.
"Saya tidak bisa mengomentari secara khusus senior saya. Saya tidak tahu konteksnya seperti apa? Redaksinya bagaimana? Dia senior saya, kita hormati," ucap Anggota Komisi III DPR itu.
Mengapa bisa berbeda pendapat?
Pengamat politik UIN Jakarta Adi Prayitno menilai permintaan maaf Fadli Zon kepada publik menunjukkan sikap pribadi yang menolak Omnibus Law UU Cipta kerja.
Sebelumnya, Anggota DPR fraksi Partai Gerindra itu meminta maaf tidak dapat mencegah pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja menjadi undang-undang, oleh DPR.
"Fadli Zon ingin curhat ke publik bahwa sikap pribadinya yang menolak RUU Omnibus Law tak di dengar di Gerindra," ucap Adi saat dihubungi Tribunnews.com dua hari lalu.
Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia itu mengatakan, Fadli Zon tetap ingin memposisikan diri sebagai orang yang berseberangan dengan pemerintah, meskipun partainya kini menjadi bagian dari pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Fadli Zon jadi idola karena sikapnya yang oposan. Ini yang ingin dirawat terus Fadli Zon," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/wakil-ketua-dpr-ri-fadli-zon-di-sela-sela-acara-forum-parlemen-dunia.jpg)