Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berkontribusi dalam Pengurangan Risiko Bencana, Bali Dapat Penghargaan dari BNPB

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali mendapatkan penghargaan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Dokumentasi Pemprov Bali
Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali, I Made Rentin (kanan) mewakili Gubernur Bali, Wayan Koster menerima penghargaan Pengurangan Risiko Bencana dari Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Harmensyah di Ruang Suetopo Purwo Nugroho lantai 15 Graha BNPB, Selasa (13/10/2020) 

Laporan Jurnalis Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali mendapatkan penghargaan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Penghargaan tersebut diberikan lantaran Bali berkontribusi nyata terhadap pengurangan risiko bencana.

Serah terima penghargaan tersebut dilaksanakan dalam acara puncak Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) di Ruang Suetopo Purwo Nugroho lantai 15 Graha BNPB, Selasa (13/10/2020).

Penghargaan diserahkan oleh Sekretaris Utama BNPB, Harmensyah dan diterima oleh Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali, I Made Rentin yang mewakili Gubernur Bali, Wayan Koster.

Baca juga: Satgas Gotong Royong Desa Duda Timur Bagikan Masker untuk Warga & Pengendara

Baca juga: Duel Jilid Kedua Timnas U19 Indonesa vs Makedonia Utara Malam Nanti, Berikut Ini Jadwalnya

Baca juga: Kemenparekraf Gelar Webinar Solusi Kreatif Industri Film di Masa Adaptasi Kebiasaan Baru

Kalaksa BPBD Bali, I Made Rentin mengatakan, ada dua aksi nyata yang telah dilakukan Pemprov Bali dalam mengurangi risiko bencana.

Dua aksi nyata tersebut yakni sertifikasi kesiapsiagaan bencana terhadap dunia usaha dan melaksanakan simulasi bencana pada tanggal 26 setiap bulan.

"Sejak tahun 2014 telah dilaksanakan sertifikasi kesiapsiagaan bencana dunia usaha di 64 dunia usaha meliputi hotel, restoran, rumah sakit dan museum," kata Rentin dalam siaran persnya yang diterima Tribun Bali, Rabu (14/10/2020).

Menurutnya, antar dunia usaha pariwisata saling bekerja sama untuk menentukan tempat evakuasi sementara (TES) di wilayah hotel atau dunia usaha.

"Hotel yang tangguh didukung masyarakat sekitarnya yang juga tangguh menjadi hotel tangguh bencana," jelas Rentin.

Hotel tanggung bencana setidaknya memiliki berbagai komponen, di antaranya struktur bangunan yang aman; sarana dan prasarana kebencanaan memadai; dan memiliki manajemen risiko bencana.

Selain itu juga mengedukasi kebencanaan untuk pegawai dan pengunjung; melakukan simulasi dan gladi secara rutin; serta turut membangun ketangguhan masyarakat sekitar.

Sementara untuk simulasi bencana telah pada tanggal 26 setiap bulan ditetapkan oleh Gubernur Bali Wayan Koster di Nusa Dua pada 26 April 2019.

Untuk diketahui, Peringatan Bulan PRB sudah menjadi agenda nasional tahunan yang sudah dilaksanakan sejak 2012.

Peringatan Bulan PRB dilaksanakan pertama kali di Yogyakarta bersamaan dengan penyelenggaraan Asian Ministerial Conference on Disaster Risk Reduction (AMCDRR).

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved