Bila Penentuan Lokasi Mentok, Pembangunan Bandara Bali Utara Bakal Dipindah
Rencana pembangunan bandar udara (bandara) Bali Utara di Kabupaten Buleleng masih terus berproses
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Laporan Jurnalis Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Rencana pembangunan bandar udara (bandara) Bali Utara di Kabupaten Buleleng masih terus berproses.
Hingga saat ini, pembangunan bandara kedua di Pulau Dewata itu masih menunggu penetapan lokasi.
Padahal sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali merencanakan pembangunan Bandara Bali Utara bisa dilakukan di Desa/Kecamatan Kubutambahan.
Namun sayangnya, rencana pembangunan di lokasi tersebut menuai kontroversi dari masyarakat.
Baca juga: Massa Aksi Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja Tuntut DPRD Provinsi Bali Buka Gerbang
Baca juga: BREAKING NEWS - Solidaritas Aliansi Rakyat Pro Demokrasi Gelar Unjuk Rasa Tolak Omnibus Law
Baca juga: Ops Yustisi Sasar Seminyak Badung, 6 Orang Terjaring Razia Masker, 4 Diantaranya WNA
Kini, Pemprov Bali merencanakan pembangunan bisa dilakukan di Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Bali.
Namun lokasi di sana mendapatkan penolakan dari masyarakat setempat.
Padahal, Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi menginginkan agar Bandara Bali Utara ditargetkan bisa selesai pada tahun 2023.
"Kita juga akan membuat bandara baru di Bali Utara, target selesai 2023," kata Budi Karya saat wawancara eksklusif dengan Tribun Network di Jakarta, Rabu (14/10/2020).
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali, I Gde Wayan Samsi Gunarta mengatakan, pihaknya masih menunggu kesiapan Pemerintah Pusat dan masyarakat guna melakukan penetapan lokasi.
Hanya saja lokasi tidak akan bisa ditetapkan apabila masyarakat di lokasi yang bersangkutan tidak siap.
Oleh karena itu, Samsi mengaku sedang melihat beberapa peluang agar bisa mempercepat pembangunan proyek tersebut.
Penetapan lokasinya pun bakal dipindah apabila sulit dilakukan di tempat yang direncanakan saat ini (Desa Sumberklampok).
"Tapi kita juga belum tahu, masih menunggu lah semuanya," kata Samsi saat dihubungi Tribun Bali melalui sambungan telepon dari Denpasar, Jumat (16/10/2020).
Maka dari itu, rencana proyek ini sedang dievaluasi ulang agar selesai pada tahun 2023 sesuai dengan keinginan Budi Karya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/bali-utara_20150427_174925.jpg)