Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Sponsored Content

Ketua DPR RI Puan Maharani Kunjungi Kerajinan Tenun Cagcag dan Perak di Gianyar

Puan Maharani melakukan kunjungan kerja ke sejumlah perajin binaan Dekranasda Kabupaten Gianyar

Tayang:
Istimewa
Ketua DPR RI Puan Maharani melakukan kunjungan kerja ke sejumlah perajin binaan Dekranasda Kabupaten Gianyar 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Ketua DPR RI, Puan Maharani didampingi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Gusti Ayu Bintang Darmawati melakukan kunjungan kerja ke sejumlah perajin binaan Dekranasda Kabupaten Gianyar.

Tujuan dari kunjungan ini untuk melihat lebih dekat dampak Covid-19 bagi kelangsungan UMKM di Kabupaten Gianyar, Bali.

Ternyata setelah melihat lebih dekat, tidak semua perajin kolaps terdampak pandemi.

Bahkan justru ada yang menggeliat di masa pandemi ini.

Baca juga: Tim Hukum Jerinx Telanjangi Ahli Bahasa Yang Dihadirkan Jaksa

Baca juga: Promo JSM Alfamart 16-18 Oktober 2020, Diskon Beras 5 Kg, Minyak Goreng hingga Aneka Camilan

Baca juga: Jadwal Belajar dari Rumah di TVRI Jumat 16 Oktober 2020, Ada Acara Bernyanyi Bersama Keluarga

Kenyataan ini terungkap kala Puan Maharani yang juga didampingi Ketua Dekranasda Kabupaten Gianyar, Ny. Surya Adnyani Mahayastra berada di kelompok perajin Tenun Merak Mas, Banjar Pengembungan dan Kelompok Perajin Tenun Sari Bakti Banjar Pesalakan Desa Pejeng Kangin, Kecamatan Tampaksiring, Kamis (15/10/2020).

Saat itu, Kepala Desa Pejeng Kangin, I Gede Purnadi Yoga menjelaskan, kerajinan tenun cagcag di Banjar Pengembungan dulu seperti mati suri.

Sehingga mulai tahun 2019 setelah mulai adanya pembinaan dari Pemkab Gianyar dan Dekranasda Kabupaten Gianyar, kerajinan tenun cagcag perlahan-lahan mulai menggeliat.

Dan di masa pandemi ini, setelah banyak pekerja yang berhenti sementara dari pekerjaannya, mereka kembali menekuni kegiatan menenun cagcag.

“Kini di Desa Pejeng Kangin telah memiliki 2 kelompok tenun yaitu kelompok perajin Merak Mas di Banjar Pengembungan dan Kelompok Perajin Tenun Sari Bakti di Banjar Pesalakan dengan beranggotakan hampir lebih dari 30 orang,” jelas I Gede Purnadi.

Bahkan menurut Gede Purnadi, saat ini para perajin rata-rata tidak memiliki stok kain tenun karena begitu selesai menenun sudah diambil para pemesan.

Hal yang sama juga dijelaskan oleh Ketua Kelompok Tenun Merak Mas, I Nyoman Ersi.

Setelah pandemi Covid-19 para perajin yang dulunya banyak bekerja di industri pariwisata kini kembali menekuni keahlian mereka dulu yaitu menenun cagcag.

Karena tidak lagi bekerja di tempat lain, para penenun kini sepenuhnya bisa mengerjakan pesanan kain.

Nyoman Ersi juga menambahkan, dengan semakin bertambahnya jumlah anggota kelompok, maka kebutuhan akan alat tenun pun semakin meningkat.

Syukurlah, beberapa waktu lalu Pemkab Gianyar melalui Dekranasda menyalurkan CSR dari PT.PLN berupa 7 set alat tenun pada kelompok tenun Merak Mas Banjar Pengembungan.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved