Breaking News:

4 Kali Turunkan Suku Bunga hingga Juli, BI Pertahankan Suku Bunga Acuan 4.00 Persen

Bank Indonesia kembali mempertahankan suku bunga kebijakan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) pada Oktober 2020, di angka 4,00 persen.

Tribun Bali/AA Seri Kusniarti
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho, Rabu (8/7/2020). 

Di samping keputusan terkait suku bunga, Bank Indonesia juga mengambil beberapa langkah kebijakan.

Pertama, melanjutkan kebijakan stabilitas nilai tukar Rupiah agar sejalan dengan fundamental dan mekanisme pasar.

Kedua, memperkuat strategi operasi moneter guna memperkuat stance kebijakan moneter akomodatif.

Ketiga, mempercepat langkah-langkah pendalaman pasar uang dan pasar valuta asing melalui pengembangan infrastruktur sarana penyelenggara transaksi berbasis system elektronik (Electronic Trading Platform / ETP) dan lembaga klliring, inovasi, dan transakasi (Central Counterparty/CCP).

Baca juga: Tips Bikin Kentang Goreng agar Tetap Renyah walau Sudah Dingin, Cukup Tambahkan Bahan Ini

Baca juga: Tragis, Begini Video Detik-detik Pegulat Profesional Tiba-tiba Jatuh dan Tewas di Atas Ring

Baca juga: Anggaran Kesehatan Gratis di Gianyar Naik Rp 3 Miliar Menjadi Rp 35 Miliar

Keempat, memperkuat implementasi kebijakan untuk mendorong UMKM melalui korporatisasi, peningkatan kapasitas, akses pembiaaan, dan digitalisasi sejalan dengan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI), dan terakhir, memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan digital melalui penggunaan instrumen pembayaran digital, kolaborasi bank, fintech, dan e-commerce untuk mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Berdasarkan Hasil Survei Pemantauan Harga (SPH) pada minggu IV September 2020, perkembangan harga relatif stabil dengan inflasi pada angka 0,02 persen (mtm).

Komoditas yang menjadi penyumbang kenaikan harga di Bali adalah emas perhiasan, bawang putih dan sawi hijau.

Dengan kondisi tersebut, Provinsi Bali pada bulan September 2020 diperkirakan mengalami deflasi/inflasi pada kisaran -0,04 persen s.d. 0,16 persen (mtm), berbeda dengan tren bulan Agustus 2020 yang mengalami deflasi sebesar -0,16 persen (mtm).

Sementara itu, secara tahuan inflasi diperkirakan 1,02 persen s.d. 1,22 persen (yoy).

Komoditas yang menjadi penyumbang penurunan harga terdalam di Bali adalah daging ayam ras, cabai merah dan cabai rawit.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved