Penanganan Covid
Setiap 100 Ribu Penduduk, Ada 250 Kasus Covid-19 di Bali
Keberadaan Pulau Dewata yang dihuni sekitar 4,3 juta penduduk, angka IR-nya telah mencapai 250,87 per 100 ribu penduduk.
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana | Editor: Wema Satya Dinata
Laporan Jurnalis Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Jika dilihat dari tingkat insiden atau incidence rate (IR), keberadaan kasus terpapar Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Bali sangat tinggi.
Keberadaan Pulau Dewata yang dihuni sekitar 4,3 juta penduduk, angka IR-nya telah mencapai 250,87 per 100 ribu penduduk.
"Artinya tiap-tiap 100 ribu penduduk ada orang yang terkena Covid-19 itu 250 lebih.
Itu angkanya tinggi," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Ketut Suarjaya saat menjadi pembicara dalam Simakrama Kepariwisataan di Desa Penglipuran, Bangli yang diikuti Tribun Bali melalui live streaming via YouTube, Selasa (20/10/2020).
Baca juga: Pohon Tumbang Timpa Pelinggih dan Penyengker Pura Maksan Kancing Gumi di Desa Ababi Karangasem
Baca juga: Tabanan Peroleh Alat Bantu Pengolahan Sampah, Gencarkan Penanganan Sampah Berbasis Sumber
Baca juga: Selain Jokowi, Berikut Nama Sejumlah Tokoh & Pahlawan RI yang Dijadikan Nama Jalan di Luar Negeri
Suarjaya menuturkan, jika dibandingkan dengan DKI Jakarta, kasus Covid-19 berdasarkan tingkat insiden, Bali masih lebih tinggi.
"Dari penduduk Jawa yang sekian juta itu, kita incidence rate-nya memang paling tinggi.
Walaupun secara nasional dari jumlah kasus kita nomor sembilan," jelas Suarjaya.
Sementara mengenai angka kematian kasus atau case fatality rate (CFR) di Bali sampai saat ini berada di angka 3,21 persen.
Suarjaya menyebutkan, sejak beberapa minggu terakhir kasus kematian akibat Covid-19 di Bali sudah cukup membaik.
Pada Selasa (20/10/2020) ini misalnya, di Bali terkonfirmasi sebanyak 75 kasus positif dan yang sembuh sebanyak 105.
"Jadi ada yang sembuh 105, lumayan meningkatkan angka kesembuhan.
Tetapi angka kematian masih ada dua orang yang meninggal hari ini," tuturnya.
Suarjaya menuturkan, pihaknya masih terus berupaya untuk mencegah tambahan kasus baru di hulu, di hilirnya mengupayakan agar lebih banyak orang yang sembuh dan mencegah meninggal.
CFR di Bali, kata Suarjaya, sebenarnya sudah berada di bawah rata-rata nasional yang sebesar 3,8 persen.
Hanya saja, CFR Bali masih berada di atas angka global.
Baca juga: PM Jepang Yoshihide Suga Kenakan Masker Motif Batik Megamendung saat Bertemu Presiden Jokowi
Baca juga: Penambahan Kasus Covid-19 Melandai Tiap Bulan, Bangli Berpotensi Turun ke Zona Kuning
Baca juga: Kajari Jaksel Sajikan Makanan Brigjen Prasetijo dan Irjen Napoleon, Kejagung Sebut Bukan Jamuan
Sementara angka kesembuhan di Bali tercatat sebagai yang paling baik di Indonesia, yakni mencapai 89 persen.
Dengan adanya angka kesembuhan yang cukup tinggi pada hari ini menjadikan angka kesembuhan Bali mencapai 89,4 persen.
"Astungkara atas kerja keras kita semua semoga tambah baik ya," harapnya.
Di sisi lain, Suarjaya mengingatkan bahwa sebenarnya penyebab Covid-19 tidak berasal dari orang jauh.
Covid-19 berbeda dengan virus lain yang memiliki perantara seperti virus flu burung yang diantarkan oleh burung atau unggas dan flu babi yang diperantarai oleh hewan babi.
Sementara Covid-19 sendiri perantaranya adalah manusia dan bisa ditularkan oleh orang terdekat.
"Nah ini yang harus dipahami oleh kita semua," paparnya.
Pemahaman akan penyebaran Covid-19 yang bisa ditularkan oleh orang terdekat juga sebagai upaya pihaknya melakukan pencegahan.
Sampai saat ini, Suarjaya menilai, belum adanya upaya pencegahan yang maksimal dari masyarakat.
Hal itu dibuktikan dengan masih adanya masyarakat yang tidak percaya, bengkung dan bandel dalam melaksanakan protokol kesehatan Covid-19. (*)
Catatan Redaksi:
Mari cegah dan perangi persebaran Covid-19. Tribun Bali mengajak seluruh Tribuners untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.
Ingat Pesan Ibu: Wajib Memakai Masker, Wajib Mencuci Tangan, dan Wajib Menjaga jarak
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kepala-dinas-kesehatan-provinsi-bali-ketut-suarjaya-menjadi-pembicara-dalam-simakrama.jpg)