Corona di Bali

Tak Semua Hotel dan Restoran Dapat Hibah, Badung Tegaskan Penunggak Pajak Tak Akan Kebagian

Pemerintah Kabupaten Badung mendapatkan stimulus atau hibah untuk pariwisata dari pemerintah pusat sebesar Rp 948.006.720.000

Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Ady Sucipto
Tribun Bali/Rizal Fanany
Kawasan wisata Kuta, terlihat suasana tampak lengang di kawasan jalan Legian dan Monumen Ground zero, Kuta, Sabtu, (21/3/2020). Hanya terlihat beberapa kendaraan melintas di kawasan tersebut. 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Pemerintah Kabupaten Badung mendapatkan stimulus atau hibah untuk pariwisata dari pemerintah pusat sebesar Rp 948.006.720.000 (Rp 948 miliar lebih).

Bantuan tersebut sebagian besar akan diarahkan untuk industri pariwisata seperti hotel dan restoran di Gumi Keris.

Namun untuk hotel dan restoran sebagai penerima harus masuk pada syarat yang telah ditentukan, salah satunya hotel dan restoran tidak boleh menunggak pajak ke pemerintah daerah.

Hotel dan restoran juga wajib mematuhi protokol kesehatan (prokes).

Apabila kedua syarat tersebut tidak dipenuhi, maka Pemkab Badung memastikan hotel dan restoran itu tidak akan mendapat bantuan hibah.

Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Badung I Ketut Lihadnyana, menegaskan jutlak (petunjuk pelaksana) dan jutnis (petunjuk teknis) penggunaan stimulus atau hibah pariwisata ini sudah keluar, termasuk nilai nominal stimulus untuk Badung juga sudah diketahui.

Pihaknya mengaku terkait dengan dana transfer stimulus untuk pariwisata itu, Badung sudah mendapatkan angka secara resmi yakni sekitar Rp 948 miliar lebih.

Total pemerintah pusat menggelontorkan dana hibah pariwisata Rp 3,3 triliun. Provinsi Bali mendapat hibah terbesar, yakni Rp 1,183 triliun atau sekitar 36,4 persen.

Dana tersebut kemudian dibagikan kepada 9 daerah kabupaten/kota se- Bali.

Kabupaten Badung yang merupakan terkaya di Bali, bahkan salah satu terkaya di Indonesia, mendapat dana hibah terbesar di Bali. Sedang Kabupaten Bangli mendapat dana hibah paling sedikit yakni hanya Rp 900 juta.

"Iya kita mendapatkan Rp 948 miliar lebih dari Rp 3,3 triliun yang disiapkan pemerintah pusat," kata Lihadnyana saat ditemui di gedung DPRD Badung, Selasa (20/10).

Sesuai dengan jutlak, kata Lihadnyana, sebesar 70 persen digunakan untuk mendukung operasional manajemen hotel dan restoran.

Selanjutnya 30 persen bisa dikelola pemerintah daerah dalam mendorong pengembangan ekonomi produktif di daerah. Kemudian, 5 persen lagi untuk pengawasan.

"Saat ini kita sedang bahas persyaratan-persyaratannya. Setelah petunjuk teknis dan SOPnya itu, agar benar-benar stimulus ini memberikan manfaat dan mendorong pemulihan ekonomi Bali khsusunya di Badung melalui sektor pariwisata," akunya

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved