Travel
Libur Panjang Akhir Oktober, Pemprov Bali Imbau Masyarakat Hindari Kerumunan
Keberadaan libur panjang di tengah pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) juga membuat Pemerintah khawatir tidak terkecuali Pemprov Bali.
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana | Editor: Alfonsius Alfianus Nggubhu
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Akhir bulan ini hingga awal bulan depan, pemerintah Indonesia menetapkan hari libur yang cukup Panjang.
Hari libur ini bertepatan dengan momen Hari Raya Maulid Nabu Muhammad SAW bagi umat islam.
Hari Raya Maulid Nabi Muhammad jatuh pada tanggal 29 Oktober 2020.
Baca juga: Hubungan Azriel Hermansyah & Sarah Menzel Dikritik Beda Agama, Ashanty Tak Tinggal Diam
Baca juga: Begini Cara Shin Tae-yong Rekrut Pemain Keturunan Timnas U-19 Indonesia
Baca juga: 5 Arti Mimpi Bergandengan Tangan Erat Kaitannya dengan Rasa Kesepian Dalam Hidup
Baca juga: Meski Usianya 54 Tahun, Mike Tyson Masih Buas, Fans Khawatirkan Keselamatan Roy Jones Jr
Sementara Pemerintah menetapkan libur nasional mulai tanggal 28 Oktober 2020 hingga 1 November 2020.
Keberadaan libur panjang di tengah pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) juga membuat Pemerintah khawatir tidak terkecuali Pemprov Bali.
Sebab, pada saat libur panjang masyarakat biasanya berbondong-bondong datang ke destinasi wisata dan dapat memperluas penyebaran Covid-19.
"Nah ini perlu kita juga wanti-wanti waspada, untuk mengingatkan semeton sami. Biasanya kalau sudah libur panjang luar biasa kerumunannya. Takut tyang malih nanti ada klaster baru dengan adanya libur niki," kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Putu Astawa.
Hal ini diungkapkan Astawa saat mengikuti Simakrama Kepariwisataan di Desa Penglipuran, Bangli yang diikuti Tribun Bali melalui live streaming via YouTube, Selasa (20/10/2020).
Oleh karena itu, pihaknya mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mengajak masyarakat untuk waspada dan mengingatkan agar tidak berkerumun, sering cuci tangan, memakai masker.
"Tyang takut sekali kalau pariwisata memunculkan episentrum baru, hilang nanti kepercayaan dunia kepada Bali," tuturnya.
"Mari bersama-sama. Help me please. Bersama-sama lah kita menjaga jangan sampai pariwisata kita itu memunculkan episentrum baru," pinta Astawa yang juga mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bali itu.
Tak hanya bagi Bali, hal yang sama juga menjadi perhatian bagi Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi).
Seperti dilansir dari Kompas.com, Jokowi meminta jajarannya mewaspadai libur panjang di akhir Oktober.
Menurut Jokowi, berdasarkan pengalaman, libur panjang berpotensi memunculkan kenaikan kasus Covid-19.
Hal itu disampaikan Jokowi saat membuka rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (19/10/2020).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/sepasang-muda-mudi-melakukan-ritus-sembahyang-sebelum-memulai-prosesi-melukat-di-pantai-sanur.jpg)