Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Travel

Libur Panjang Akhir Oktober, Pemprov Bali Imbau Masyarakat Hindari Kerumunan

Keberadaan libur panjang di tengah pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) juga membuat Pemerintah khawatir tidak terkecuali Pemprov Bali.

Tayang:
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana | Editor: Alfonsius Alfianus Nggubhu
Tribun Bali/Eurazmy
Pantai Sanur 

"Mengingat kita memiliki pengalaman kemarin, libur panjang yang pada satu setengah bulan yang lalu mungkin, setelah itu terjadi kenaikan yang agak tinggi," ucap Jokowi. 

"Oleh sebab itu, ini perlu kita bicarakan agar kegiatan libur panjang dan cuti bersama ini jangan sampai berdampak pada kenaikan kasus Covid-19," kata mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

Ia mengatakan, saat ini penanganan Covid-19 di Indonesia cukup baik.

Pasalnya, indikator seperti angka kesembuhan dan kasus aktif di atas rata-rata dunia.

Meski demikian tingkat kematian akibat Covid-19 di Indonesia masih lebih tinggi dibandingkan rata-rata dunia.

Berdasarkan data pada 18 Oktober, rata-rata kasus aktif di Indonesia 17,69 persen, lebih rendah dari pada kasus aktif dunia yang mencapai 22,4 persen.

Kemudian, dibandingkan bulan yang lalu rata-rata kematian di Indonesia juga menurun dari 3,94 persen menjadi 3,45 persen, meskipun masih lebih tinggi dari rata-rata dunia.

Lalu, rata-rata kesembuhan di Indonesia 78,84 persen.

Baca juga: Ini Syarat dan Cara Mudah Dapat BLT UMKM Rp 2,4 Juta Gelombang ke-2

Baca juga: Ini Arti Mimpi Dikejar hingga Mengikuti Tes, Apa Anda Pernah Mengalaminya?

Baca juga: Nurhadi Pakai Uang Suap Rp 45,7 Miliar untuk Liburan, Beli Tas Mewah dan Kebun Kelapa Sawit

Baca juga: Sasar 10 Titik, PUPR Denpasar Terus Gencarkan Pembersihan Sungai dan Saluran Air

Ini juga lebih tinggi dari rata-rata kesembuhan dunia yang sebesar 74,67 persen.

"Saya kira hal-hal seperti ini yang harus terus kita perbaiki sehingga kita harapkan tren kasus di Indonesia akan semakin membaik," kata Jokowi.

Sebelumnya, anggota Tim Pakar Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Dewi Nur Aisyah mengatakan, libur panjang pada Agustus lalu berpengaruh terhadap tingginya kenaikan kasus Covid-19 pada akhir Agustus.

Libur panjang membuat masyarakat melakukan mobilitas sehingga meningkatkan penularan Covid-19.

Ilustrasi liburan
Ilustrasi liburan (Tribun Bali/Rino Gale)

"Ya bisa jadi (kenaikan kasus dipengaruhi libur panjang). Kita melihat efek libur panjang terhadap kenaikan jumlah kasus yang ada," ujar Dewi dalam talkshow daring yang ditayangkan di saluran YouTube BNPB, Rabu (2/9/2020).

Kondisi ini, menurut dia, terutama terjadi di Jawa.

Sebab, kata Dewi, mayoritas daerah penyumbang kasus Covid-19 tertinggi pada pekan terakhir Agustus ada di Jawa.

Mobilitas tinggi ini yang disebutnya membuka semakin banyak peluang penularan terjadi.

Hal yang perlu dicermati, kata Dewi, dampak dari libur panjang tidak terlihat dalam sehari atau dua hari setelah liburan. (*)

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved