Raturu TV: Menggaet Penonton, Menjaga Idealisme, dan Melawan TV Konvensional
Raturu TV melakukan kegiatan live streaming secara profesional dengan alat yang profesional pula
Penulis: Eviera Paramita Sandi | Editor: Irma Budiarti
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Bisnis live streaming yang berbasis internet di masa pandemi dan masa depan memang menjanjikan.
Namun meskipun fleksibel, bisnis semacam ini bukannya tanpa tantangan, terlebih bila yang menjalankan adalah seorang jurnalis yang dibatasi dengan kode etik profesi.
Seperti halnya yang dialami Sigit Purwono, pendiri Raturu TV, professional live streaming di Bali.
Raturu TV di masa pandemi ini lebih banyak berfokus pada tayangan sepak bola liga antar kampung (tarkam).
Kegiatan itulah yang rutin dilakukan Raturu TV sejak sekitar tahun 2017.
Baca juga: Bisnis Live Streaming Raturu TV di Masa Pandemi di Bali, dari Hobi Jadi Hoki
Raturu TV rutin menyiarkan laga Putra Renon FC.
Dalam hal ini Raturu TV dan Putra Renon memang memiliki ikatan emosional.
Sigit menganggap Putra Renon dan Raturu TV adalah satu tim.
Bisa dibilang juga bahwa Sigit adalah “managernya Putra Renon FC”.
Karena itu setiap pertandingan Putra Renon FC selalu didokumentasikan oleh Raturu TV bahkan secara cuma-cuma.
Meskipun pada akhirnya Sigit mengaku kewalahan sendiri karena banyak tim lain yang hendak bertanding dengan Putra Renon supaya bisa di-live-kan juga.
Gara-gara ini pula jadwal kegiatan Raturu TV hingga akhir Oktober jadi padat.
Meski jadi sibuk, semangat Sigit Purwono tetap melakoninya karena kecintaannya pada sepak bola.
“Pandangan saya untuk sepak bola Bali ya, tidak mungkin lah pertandingan antar kampung ditayangkan di televisi, katakanlah di RCTI, Indosiar. Lalu siapa yang bisa menayangkan mereka di media sosial, ya Raturu TV,” ujarnya Sabtu (26/9/2020).
Menurut Sigit, respons masyarakat terhadap tayangan bola di Raturu TV sangat bagus.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/raturu-tv.jpg)