Protes Besar-besaran di Nigeria, 69 Orang Tewas dan Gudang Makanan Pemerintah Dijarah

Protes massa telah dimulai sejak Rabu (7/10/2020) lalu dengan rakyat yang didominasi kaum muda menginginkan Unit Satgas Anti-Pencurian Khusus (Sars)

Editor: Kambali
AFP/IFIOK ETTANG
Orang-orang membawa karung-karung berisi makanan di atas kepala mereka selama penjarahan massal di gudang yang berisi bantuan makanan selama Covid-19 yang tidak diberikan selama penguncian untuk meredakan kelaparan, di Jos, Nigeria, pada 24 Oktober 2020. 

TRIBUN-BALI.COM, ABUJA - Inspektur Jenderal Kepolisian Nigeria, Mohammed Adamu, telah memerintahkan pergerakan cepat kepada seluruh petugas polisi untuk menghentikan kekerasan dan penjarahan di jalanan.

Protes massa telah dimulai sejak Rabu (7/10/2020) lalu dengan rakyat yang didominasi kaum muda menginginkan Unit Satgas Anti-Pencurian Khusus (Sars) untuk dibubarkan.

Sayangnya, demonstrasi itu 'dibajak' oleh sekelompok 'kriminal' dan mengambil alih tempat-tempat publik.

Melansir BBC, Adamu mengatakan pembajakan yang dilakukan para kriminal itu tidak dapat diterima. Petugas polisi dikatakannya diperintah untuk mengakhiri "kekerasan, pembunuhan, penjarahan dan kerusakan properti."

Baca juga: Respon Terkait Maraknya Demo Menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja, Menaker Buka Dialog Masyarakat

Protes pembubaran Sars mengubah Nigeria

Presiden Muhammadu Buhari telah membubarkan Unit Sars yang dituduh melakukan kekerasan, pemerasan, penyiksaan dan pembunuhan ekstra-yudisial beberapa hari setelah protes berlangsung.

Namun, protes massa masih berlanjut dengan desakan permintaan reformasi lebih luas di tingkat pemerintahan Nigeria.

Protes itu mengalami eskalasi setelah beberapa demonstran tertembak di kota terbesar negara itu, Lagos, pada Selasa (20/10/2020) pekan lalu.

Kelompok HAM Amnesty International dikutip BBC mengatakan bahwa pasukan keamanan setidaknya menewaskan 12 korban jiwa dengan Tentara Nigeria yang membantah terlibat.

Beberapa hari terakhir, tampak penjarahan terjadi di Nigeria, menjarah toko-toko, pusat perbelanjaan, gudang penyimpanan dan properti yang dirusak.

Banyak tempat bisnis milik politisi dijadikan target penjarahan, beberapa gedung dibakar dan penjara-penjara diserang.

Baca juga: Berperan Sebagai Pilar Keempat Demokrasi, Ikatan Media Online Indonesia Fasilitasi Legalitas Anggota

BBC juga mengabarkan bahwa di tempat lain di Nigeria, dikabarkan ratusan orang menjarah gudang-gudang milik pemerintah di Bukuru, dekat pusat kota Jos.

Gudang-gudang itu dilaporkan sebagai tempat penyimpanan stok makanan yang seharusnya didistribusikan selama lockdown yang diterapkan untuk mengendalikan penularan virus Covid-19.

Menurut Presiden Buhari, setidaknya 69 orang tewas dalam kekerasan yang terjadi di jalanan sejak protes berlangsung di seluruh Nigeria.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved