Hubungan Turki dan Prancis Memanas, Erdogan Kecam Pernyataan Kontroversial Macron & Serukan Boikot
Presiden Turki dan Prancis belakangan ini terlibat perang komentar setelah pernyataan kontroversial Presiden Prancis Emmanuel Macron.
TRIBUN-BALI.COM, ANKARA - Presiden Turki dan Prancis belakangan ini terlibat perang komentar setelah pernyataan kontroversial Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Presiden Turki Tayyip Erdogan baru-baru ini menyerukan ke warga Turki untuk memboikot barang-barang Prancis dan mendesak para pemimpin Eropa untuk menyetop agenda 'anti-Islam' pemimpin Prancis Emmanuel Macron.
Bahkan Erdogan secara blak-blakan menyatakan bila Presiden Prancis membutuhkan pemeriksaan kesehatan mental.
Baca juga: Isu Belanja Alutsista & Hasil Kunjungan Prabowo ke Prancis Sepakati Penguatan Alutsista TNI
Baca juga: Vladimir Putin dan Presiden Macron Serukan Gencatan Senjata di Nagorno-Karabakh
Baca juga: Prabowo ke Amerika, Berikut Ini Hasil Kesepakatan Antara RI dan AS
Erdogan kembali mengulangi teguran yang menyebabkan Prancis menarik duta besarnya dari Ankara selama akhir pekan, ketika dia menyerukan Turki untuk memboikot produk Prancis.
"Sama seperti mereka mengatakan 'Jangan membeli barang dengan merek Turki' di Prancis, saya menyerukan kepada semua warga saya dari sini untuk tidak pernah membantu merek Prancis atau membelinya," kata Erdogan seperti yang dikutip Reuters.
Menurut lembaga statistik Turki, Prancis adalah sumber impor terbesar ke-10 negara itu dan pasar terbesar ketujuh untuk ekspor Turki.
Di antara impor utama Prancis, mobil Prancis termasuk di antara mobil dengan penjualan tertinggi di Turki.
"Para pemimpin Eropa dengan pandangan ke depan dan moralitas harus menghancurkan tembok ketakutan," kata Erdogan dalam pidatonya di awal minggu untuk memperingati hari lahir Nabi Muhammad di Turki.
"Mereka harus mengakhiri agenda anti-Islam dan kampanye kebencian yang dipimpin Macron."
Reuters memberitakan, pada Senin malam, Kedutaan Besar Prancis di Ankara mengeluarkan peringatan kepada warga negara Prancis yang tinggal dan bepergian di Turki untuk melakukan "kewaspadaan yang besar" karena konteks "lokal dan internasional", mendesak mereka untuk menghindari pertemuan atau demonstrasi di tempat umum.
Macron telah berjanji untuk melawan "separatisme Islam", dengan mengancam akan mengambil alih beberapa komunitas Muslim di Prancis.
Negara itu telah diguncang oleh pemenggalan kepala seorang guru oleh seorang militan Islam, yang merupakan aksi pembalasan atas penggunaan kartun Nabi Muhammad di sebuah kelas tentang kebebasan berekspresi.
Turki dan Prancis sama-sama merupakan anggota aliansi militer NATO, tetapi telah berselisih mengenai masalah-masalah termasuk Suriah dan Libya, yurisdiksi maritim di Mediterania timur, dan konflik di Nagorno-Karabakh.
Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Artikel ini tayang di Kontan dengan judul Erdogan serukan warga Turki boikot produk-produk Prancis
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/erdogan_20160718_115719.jpg)