Sponsored Content
Panen Jagung Betras 7 di Jembrana Capai 19,9 Ton
Jagung Betras 7 menjadi harapan tersendiri bagi kabupaten Jembrana, Bali di tengah masa pandemi Covid-19
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Jagung Betras 7 menjadi harapan tersendiri bagi kabupaten Jembrana, Bali di tengah masa pandemi Covid-19 saat ini.
Alasannya, gerakan ketahanan pangan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Jembrana panen raya perdana jagung di Desa Nusasari, Kecamatan Melaya, Selasa (27/10/2020), membuahkan hasil cukup baik.
Sebanyak 19,9 ton jagung jenis Betras 7 berhasil di panen.
Bupati Jembrana, I Putu Artha mengatakan, bahwa sektor yang paling bisa diandalkan di tengah pandemi Covid-19 tak lain adalah sektor pertanian. Khususnya di Jembrana.
Baca juga: Pengakuan Jerinx Seusai Menjawab Pertanyaan Tim Jaksa Dipersidangan, Lega dan Ungkap Fakta Lucu Ini
Baca juga: Tim Advokasi KAMI Laporkan Polri ke Komnas HAM Terkait Penangkapan 3 Aktivis Termasuk Jumhur Hidayat
Baca juga: Hak Bagi Hasil Terbaru DTW dengan Pemkab Bangli Resmi Disepakati, 2 DTW Menandatangani PKS
Sebab, sektor lainnya seperti pariwisata sedang lesu-lesunya. Bahkan lumpuh.
Sektor pertanian tetap bisa unggul, di kala sektor usaha lain terpukul karena pagebluk saat ini.
Dan jagung Betras 7 ini sangat unggul dilihat dari hasilnya.
"Jagung Betras ini sangat luar biasa, mulai dari rasanya yang manis, batang yang kokoh, tongkol besar dan tahan bulai serta kalau dilihat dari hasilnya sangat luar biasa," ucapnya.
Artha mengaku, bahwa kebutuhan pangan menjadi sektor penting di tengah pandemi Covid-19 yang melanda di seluruh dunia.
Dan apa yang dilihat hari ini adalah panen raya perdana dari Betras berupa jagung yang sangat luar biasa.
Hal ini menjadi kejutan bagi Pemerintah Jembrana, dimana Betras 7 ini dihasilkan oleh kelompok-kelompok petani yang ada di Kabupaten Jembrana khususnya di Kecamatan Melaya.
“Kami ucapkan banyak-banyak terimakasih. Saat ini kita lihat bersama-sama panen yang luar biasa dan juga jagungnya sangat luar biasa manisnya. Betras 7 ini benar-benar sangat membantu petani yang ada di wilayah Kabupaten Jembrana khususnya yang ada di Kecamatan Melaya,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, I Wayan Sutama menyatakan, untuk di Kecamatan Melaya, dari total lahan yang dilakukan panen raya, kurang lebih 75 are dapat menghasilkan 19,9 ton jagung Betras 7.
Dan sektor pertanian merupakan sumber daya alam unggulan yang ada di daerah Jembrana.
Sehingga perlu untuk terus dilanjutkan di tahun-tahun mendatang.
“Program ketahanan pangan ini akan terus berlanjut. Masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan lahan-lahan yang dimiliki untuk menanam sesuatu yang bermanfaat di tengah pandemi Covid-19,” tegasnya.
Menurut Sutama, masyarakat wajib lebih giat memanfaatkan potensi sumber daya alam.
Sehingga tidak hanya terfokus pada satu jenis tanaman atau komoditas.
Daerah Jembrana ini luas dan subur, apa saja yang ditanam tumbuh.
Jadi memang sebaiknya mulai menanam, apapun untuk pertanian dan perkebunan sebagai awal ketahanan pangan di Jembrana, Bali.
“Ayo mari menanam untuk menunjang program ketahanan pangan,” ujarnya. (*).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/panen-jagung-betras-7-di-kecamatan-melaya.jpg)