Corona di Bali
Sudah Diprediksi Akan Muncul Klaster Lapas, Kadiskes Bali: di Sana Banyak Kerumunan
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Ketut Suarjaya menjelaskan ia telah memprediksi akan terjadi klaster Lapas.
Penulis: Noviana Windri | Editor: Wema Satya Dinata
Laporan Wartawan Tribun Bali, Noviana Windri Rahmawati
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sebanyak 91 orang warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kerobokan dan 32 orang warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Denpasar terkonfirmasi positif Covid-19.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Ketut Suarjaya menjelaskan ia telah memprediksi akan terjadi klaster Lapas.
Sebab menurutnya dimana pun ada kerumunan bisa menjadi klaster baru Covid-19.
"Dimana-mana bisa terjadi. Di sana kan banyak kerumunan. Kalau satu saja terkonfirmasi positif dengan kerumunan yang ada di Lapas ya bisa disimpulkan suatu saat bisa terjadi peningkatan penyebaran," ungkapnya saat ditemui usai menghadiri pelantikan Pengurus dan Dewan Kehormatan PMI Provinsi Bali di Kantor Gubernur Bali, Rabu (28/10/2020).
Baca juga: Cinépolis Cinemas di Jakarta Sudah Buka Kembali, Bali Kapan? Begini Kata Manajemen
Baca juga: Inspiratif, Ini Nama-nama Pemenang Yamaha Digital Custom Generasi 125
Baca juga: Tempat Latihan Bali United Dipindah ke Lapangan Kedonganan, Kadek Agung: Suasana Jadi Baru
Ketut Suarjaya mengatakan saat ini Lapas Klas IIA Kerobokan tetap mengikuti SOP Covid-19.
Dimana WBP yang terkonfirmasi positif Covid-19 saat ini menjalani isolasi dibawah tanggung jawab tim medis Lapas Klas IIA Kerobokan yang bekerja sama dengan Satgas Covid-19 Kabupaten/Kota.
"Kita tidak tahu dari mana sumber virusnya. Itu bisa terjadi dimanapun juga," tambahnya.
Sementara, WBP yang tidak tertular Covid-19 tetap dipantau prokes dan kesehatannya oleh dokter yang bertugas di klinik lapas.
Diberitakan sebelumnya, Sebanyak 91 orang warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kerobokan dan 32 orang warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Denpasar terkonfirmasi positif Covid-19.
Swab test dilakukan terhadap para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di kedua lapas tersebut yang hasil rapid testnya reaktif.
"Info terbaru swab test untuk Lapas Kerobokan hasilnya 91 positif dan Lapas Perempuan 32 orang.
Tapi (jumlah) akan terus berubah karena masih banyak belum keluar," jelas Humas Kanwil Kemenkum dan HAM Provinsi Bali, I Putu Surya Dharma, Sabtu (24/10).
Dia mengatakan, swab test dilakukan menindaklanjuti hasil dari rapid test massal sebelumnya.
Menurut Surya Dharma, swab test kembali dilakukan pada Sabtu (24/10/2020) terhadap warga binaan yang reaktif.
Baca juga: Padukan Budaya & Kearifan Lokal,Polresta Denpasar Serukan Prokes Sambil Bawa Tapel Celuluk & Gamelan
Baca juga: Sugi Nur Ajukan Penangguhan Penahanan karena Khawatir Pesantrennya Telantar
Baca juga: Pertarungan Mike Tyson Vs Roy Jones Jr Ditunda 2 Bulan, Ini Sebabnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kadiskes-bali-ketut-suarjaya-saat-ditemui-tribun-bali-usai-menghadiri-pelantikan-pengurus.jpg)