Wiki Bali
WIKI BALI - Mengenal Lebih Dekat Banten dan Rentetan Upacara Ngaben di Bali
Jika masyarakat tidak memiliki dana yang besar untuk banten yang besar, cukup dengan banten pokok saja agar upacara pengabenan puput atau selesai
Penulis: Anak Agung Seri Kusniarti | Editor: Alfonsius Alfianus Nggubhu
Piranti lainnya ada kajang, harus ada dalam upacara baik dalam skala kecil maupun besar. Ini sebagai simbol aksara suci, yang intinya Dasaksara dan Dasabayu.
Ada kajang pamijilan, kajang gede, dan kajang sari serta kajang sinom.
“Kajang ini digambar atau dilukis sesuai estetika dari imajinasi daripada leluhurnya,” jelasnya.
Sementara kajang sari ini, terdiri dari tulisan aksara semisal Brahma, Wisnu, Iswara.
Kemudian kajang sinom terbuat dari ental atau busung, berisi bunga rampai, canang pesucian, canang gantal, canang raka. Diisi kwangen, bisa 11 dan bisa 22.
Kemudian harus ada tirta pangentas, simbol pelepasan atma dan ada ambengan serta sarana lainnya. Disertakan tulisan, utpeti, stiti, dan pralina.
“Ini berupa kupu-kupu, simbol Panca Maha Bhuta di dalam tubuh terus mengadakan perubahan. Dan setelah mati, berubah lagi serta akhirnya ke makro kosmos,” jelasnya.
Ada pula jijih, simbol benih-benih kehidupan agar lahir kembali (reinkarnasi) dengan benih menjadi bibit yang bagus.
“Jijih ini bisa 7, 9, atau 11 yang paling banyak,” sebutnya.
Ada pula pripihan, seperti emas, perak, tembaga, besi, dan mirah, yang mewakili jiwa. Sebab di Bali, Siwa Tattwa kembali ke alam Siwa sehingga harus ada mirah.
“Mirah tidak boleh palsu, harus asli. Begitu emas harus asli, biar sedikit ada rerejahan terdiri dari dasa bayu,” jelasnya.
Ini semua satu kesatuan yang mengantarkan roh atma ke alam asalnya.
Ada kajang aksara dalam tubuh halus, dan ada tirta pangentas. Ada 3 pokoknya, dan yang lainnya adalah tambahan dari inti upakara pengabenan.
Kalaupun tidak bisa membuat bade juga tidak masalah, cukup hanya dibuatkan asagan untuk bisa dibawa atau diusung ke setra.
Hal itu disebut wadah. Jika mau lebih besar, bisa menambah pregembal untuk diberikan ke Sang Hyang Durga Bairawi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/sejumlah-warga-mengiringi-arak-arakan-keranda-hias-yang-berisi-jenazah-tokoh-puri-kawan-kesiman.jpg)