Mahasiswa Datangi Gedung DPRD Bali
BREAKING NEWS - Hendak Lakukan Sidang Rakyat, Mahasiswa Bersitegang dengan DPRD Bali
Sejumlah mahasiswa yang mengaku tergabung dalam Solidaritas Aliansi Rakyat Pro Demokrasi (SANTI) mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Laporan Jurnalis Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sejumlah mahasiswa yang mengaku tergabung dalam Solidaritas Aliansi Rakyat Pro Demokrasi (SANTI) mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bali, Senin (2/11/2020).
Kedatangan mereka diterima oleh Wakil Ketua DPRD Bali, I Nyoman Sugawa Korry; Ketua Komisi IV, I Gusti Putu Budiarta dan anggota Komisi IV, I Ketut "Boping" Suryadi di Wantilan Gedung DPRD Bali.
Kehadiran sejumlah massa ini ternyata bukan hanya sekadar menyampaikan aspirasi biasa, tetapi guna melakukan sidang rakyat.
Baca juga: Begini Instruksi DPP PKB terhadap 6 Pilkada Serentak Bali, Harus Menang di Jembrana
Baca juga: Rafathar Larang Nagita Slavina Kerja Hingga Larut Malam: Mama Enggak Kasihan Sama Aa
Baca juga: Humas Polda Bali Rayakan HUT ke-69 Humas Polri dengan Tumpengan, Era Digital Menjadi Tantangan
Sidang rakyat dilakukan karena mereka menilai DPRD Bali tidak mengindahkan berbagai aspirasi yang sudah disampaikan dalam berbagai aksi sebelumya.
Namun, pelaksanaan sidang rakyat ini mendapatkan penolakan karena disinyalir tidak sesuai dengan tata tertib DPRD Bali dalam menerima penyampaian aspirasi.
Ditolaknya sidang rakyat ini membuat mahasiswa dan DPRD Bali bersitegang.
Baca juga: Hadiri Perayaan Maulid Nabi di Pangkung Dedari, Artha Ajak Warga Bersinergi Cegah Penularan Covid-19
Baca juga: Blak-blakan Nikita Mirzani, Singgung Pernikahan & Akui Fantasi Terliarnya Adalah Ariel Noah
Baca juga: Berkah Libur Panjang untuk The Nusa Dua, Okupansi Naik Dalam 3 Hari, Disiplin Prokes Adalah Kunci
Koordinator aksi, Zakarias Harianti Ngari mengatakan, sesuai dengan surat yang disampaikan ke DPRD Bali, maka pihaknya akan melakukan sidang rakyat.
"Di dalam metode sidang rakyat ini, kami meminta pertanggungjawaban DPRD Provinsi Bali," kata dia.
Bahkan dalam rencana sidang rakyat tersebut, mahasiswa sempat meminta agar aparat kepolisian berada di luar Wantilan Gedung DPRD Bali.
Baca juga: Dua Gol Galung Setyadi Menangkan Abiansemal United Atas Sukamaju FC Ubud
Baca juga: Beredar Viral Video Remaja Injak-injak Makam Pahlawan, Terungkap Pelakunya Ini
Baca juga: 152 Akomodasi Pariwisata di Tabanan Bakal Dapat Hibah, 24 Desa Wisata Terima Dalam Bentuk BKK
Mereka hanya mempersilakan para peserta dan para awak media yang berada di dalam wantilan.
Namun permintaan itu ditolak oleh pihak DPRD Bali dan juga aparat kepolisian.
Wakil Ketua DPRD Bali, I Nyoman Sugawa Korry mempersilakan mahasiswa untuk melaksanakan penyampaian aspirasi dengan metode apapun, namun pihaknya enggan untuk ikut apabila dilakukan melalui sidang rakyat.
Baca juga: Viral Video TikTok Pria Menikahi 3 Gadis Sekaligus: Kalau Saya Sanggup, Kenapa Dihujat?
Baca juga: Harga Nasi Goreng di Lokasi Wisata Ini Rp 355.999 Viral, Begini Penjelasan Kadispar Bintan
"Kami di sini menerima aspirasi saudara dan memberikan penjelasan apa yang kami lakukan terkait aspirasi saudara. Tidak ada istilah pertanggungjawaban dan lain sebagainya," jelas Ketua DPD 1 Partai Golongan Karya (Golkar) itu.
Meski mendapatkan penolakan, mahasiswa tetap memaksakan agar sidang rakyat tetap dilanjutkan.
Koordinator aksi akhirnya membuka sidang secara paksa dan hal ini pun sontak ditolak oleh DPRD Bali.
Pada akhirnya DPRD Bali memilih keluar dan tidak ikut dalam sidang rakyat yang dilakukan oleh pihak mahasiswa. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/wakil-ketua-dprd-bali-i-nyoman-sugawa-korry-bersitegang-dengan-mahasiswa.jpg)