Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Pasca Libur Panjang, Kasdam IX/Udayana Hadiri Rakor Kesiapan Penanganan 3T

Rapat yang dilakukan melalui video conference (vidcon) pada Minggu (1/11/2020) malam bertempat di ruang Puskodalops Kodam IX/Udayana.

Penulis: Firizqi Irwan | Editor: Wema Satya Dinata
Kodam IX/Udayana
Terlihat Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Candra Wijaya hadiri rapat koordinasi (Rakor) mengenai kesiapan penanganan tracing, testing dan treatment (3T) yang digelar melalui video conference. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ahmad Firizqi Irwan

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pasca libur panjang cuti bersama, Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Candra Wijaya hadiri rapat koordinasi (Rakor) mengenai kesiapan penanganan tracing, testing dan treatment (3T).

Rapat yang dilakukan melalui video conference (vidcon) pada Minggu (1/11/2020) malam bertempat di ruang Puskodalops Kodam IX/Udayana.

Dipimpin langsung oleh Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Nasional Letjen TNI Doni Monardo.

Dalam pembahasannya, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Nasional menyampaikan agar dalam waktu satu hingga dua hari ini dilakukan evaluasi atas penyelenggaraan kegiatan libur panjang.

Baca juga: Selama Libur Panjang, 73.817 Penumpang Masuk dan Keluar Bali Melalui Bandara Ngurah Rai

Baca juga: Update Covid-19 Bali,2 November: Kasus Positif Bertambah 43 Orang, 57 Pasien Sembuh dan 2 Meninggal

Baca juga: Operasi Zebra Lempuyang Sasar Simpang Pesanggaran Denpasar, Polisi Berikan Imbauan Disiplin Prokes

Terutama kepada pelaku pariwisata, pengelola hotel, PHRI, restoran, tempat-tempat hiburan dan lain sebagainya.

"Kami diminta untuk menyampaikan kepada Bapak Gubernur ataupun Bupati/Wali Kota untuk melakukan evaluasi apa yang sudah bagus sesuai protokol kesehatan (prokes) agar tetap dipertahankan dan jika belum bisa disampaikan ke masyarakat," ujar Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Candra Wijaya, Senin (2/11/2020).

Lebih lanjut, evaluasi juga terkait pengggunaan transportasi baik udara, laut, darat maupun kendaraan pribadi juga harus dipantau baik buruknya.

Hal ini, dilakukan karena masalah Covid-19 masih merebak di seluruh wilayah Indonesia sehingga bukan semata-mata urusan pemerintah melainkan urusan bersama.

Sehingga kedepannya semua harus belajar secara sungguh-sungguh tentang Covid-19 agar semua bisa belajar dalam mengatasi wabah ini.

"Terkait pentingnya tracing adalah untuk mendapatkan spesimen diperiksa begitu positif, segera lakukan karantina dan karantina yang sudah diberikan oleh pemerintah bisa dimanfaatkan," terangnya.

"Jangan karantina mandiri di rumah terutama di rumah yang tidak layak yang akhirnya malah terjadi penularan kepada anggota keluarga yang lainnya," lanjut Brigjen TNI Candra.

Kasdam IX/Udayana juga menekankan terkait limbah medis seperti APD, masker, jarum suntik dan lainnya agar betul-betul diperhatikan serta jangan sampai terbuang begitu saja atau sembarangan.

"Selain itu terkait cuaca dengan curah hujan yang cukup tinggi, disertai angin puting beliung juga dijadikan perhatian kita semua seperti langkah-langkah evakuasi," tutupnya.

Pada kesempatan tersebut, Waasops Panglima TNI Marsma TNI Jorry S Koloay menyampaikan terkait perkembangan aktif rumah sakit penanganan Covid-19 sampai dengan 1 November 2020.

Baca juga: Cerita Ibu Muda di Denpasar Sukses Raup Penghasilan Miliaran Rupiah per Bulan melalui Bisnis Ini

Baca juga: Warga Banjar Kaja Sesetan Semangat Ikuti Donor Kolaborasi Indonesia Timur

Baca juga: Pasutri Nekat Berhubungan Badan saat Mobil Melaju, Ford Focus Warna Biru Nyemplung di Sawah Warga

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved