Satu-satunya Provinsi yang Miliki Pergub, Bali Dipilih PLN Kembangkan Industri Panel Surya
PT. Indonesian Power bersama PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) bakal mengembangkan industri panel surya di Kabupaten Jembrana, Bali.
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Laporan Jurnalis Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - PT. Indonesian Power bersama PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) bakal mengembangkan industri panel surya di Kabupaten Jembrana, Bali.
Dua perusahaan ini memilih Pulau Dewata sebagai tempat untuk membangun industri panel surya karena Bali mempunyai Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 45 tahun 2019 tentang Bali Energi Bersih.
Gubernur Bali, Wayan Koster mengatakan, saat ini industri panel surya sudah melakukan produksi di Kabupaten Bandung, Jawa Barat dengan kapasitas 70 ribu panel per tahun.
Baca juga: Wujudkan Penggunaan Energi Bersih, Koster Lakukan Uji Coba Bus Listrik di Denpasar
Baca juga: 4.814 Orang Terima BST Peralihan dari Kemensos, Penerima Diberikan Rp 300 Ribu Tiap Bulan
Baca juga: Walikota Rai Mantra Buka Konferensi PGRI Denpasar, Harap PGRI Lebih Inovatif Memajukan Pendidikan
Karena nantinya bakal ada peningkatan kapasitas, tambahannya tidak lagi diproduksi di Bandung, tetapi akan dibangun di Bali.
Menurut Koster, Indonesia Power dan PLN memilih Bali untuk pembangunan industri panel surya karena satu-satunya provinsi di Indonesia yang punya Pergub tentang Energi Bersih.
"Jadi saya kira itu nilai bagus. Jadi Indonesia Power, PLN dan sejumlah BUMN merespon ini menjadikan sebagai suatu regulasi untuk menerapkan kebijakan di internal perusahaannya," kata Koster dalam peluncuran uji coba bus Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) dan bus listrik di Rumah Jabatannnya, Jaya Sabha, Denpasar, Jumat (6/11/2020).
Baca juga: Periode Bulan Oktober 2020, Pergerakan Penumpang di Bandara Ngurah Rai Tumbuh 30 Persen
Baca juga: Koster Klaim Timbulan Sampah Plastik di Hotel, Restoran dan Swalayan Berkurang Sampai 90 Persen
Baca juga: VIDEO: Penangkapan Bandar Narkoba Dihadang Warga, Kapolresta Angkat Senjata Laras Panjang
Selain ada rencana mengenai pembangunan industri panel surya, Bali juga bakal dijadikan sebagai lokasi untuk pengembangan industri kendaraan bermotor listrik berbasis baterai oleh PT. Wijaya Karya.
Nantinya, kendaraan listrik berbasis baterai ini tidak hanya digunakan oleh masyarakat di Pulau Dewata, tetapi juga akan dijual ke daerah lain di Indonesia seperti Jawa Timur; Kupang, Nusa Tenggara Timur; Mataram, Nusa Tenggara Barat; Manado, Sulawesi Utara dan daerah lainnya.
"Kita di Bali mau dagang, karena kita endak punya minyak, enggak punya gas, gak punya mas, gak punya tambang lain. Ya untuk menghidupi masyarakat harus punya skema perekonomian," kata Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng itu.
Baca juga: Viral di Medsos Dua Bule Duel Layaknya Adegan MMA di Tibubeneng, Ini Dugaan Penyebabnya
Baca juga: Daftar Harta Warisan Lina Mantan Istri Sule yang Diributkan Teddy dan Putri Delina
Baca juga: Gianyar Rancang Perda Pemilihan Anggota BPD
Oleh karena itu, pihaknya mencoba menghadirkan industri yang ramah lingkungan di Bali untuk membangun perekonomian dalam rangka menyejahterakan masyarakat.
Pria yang sempat duduk di DPR RI itu menuturkan, skema pembangunan Bali dilakukan dengan terpadu, terintegrasi, terpola dalam melakukan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.
Melalui upaya itu, masyarakat Bali tidak hanya diharapkan bisa bertahan untuk memenuhi kehidupan, tetapi juga bisa menjaga kualitas kehidupan dan kesehatannya.
"Itu yang ingin kita tuju dalam pembangunan Bali ke depan ini sehingga Bali tidak saja survive dalam jangka panjang, tapi akan memiliki citra positif sebagai destinasi wisata dunia. Saya kira itu sesuatu yang bagus sekali," terangnya.
Koster pun berharap agar pembangunan berbagai industri tersebut nantinya mendapatkan restu dari alam dan semua komponen masyarakat. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/bus-listrik-bali.jpg)