Waspada Pupuk Palsu, Sasar Petani di Pegunungan
18 sak pupuk NPK merek Phonska yang diduga palsu dititipkan di rumah Samsuri
“Pasti kami masih cari pupuk di luar. Asal barangnya ada, kami sudah senang,” pungkas Samsuri.
Gatot Rahayu, anggota Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida (KPPP) Tulungagung mengatakan, pupuk diduga palsu ini hanya ditemukan di Desa Ngrejo, Kecamatan Tanggunggunung.
Diduga pelaku mengetahui kondisi para petani Ngrejo, yang selalu butuh pupuk lebih awal. Mereka memanfaatkan situasi ini untuk memasarkan produk abal-abal.
“Di saat petani butuh pupuk, mereka pasarkan produk mereka. Petani beli asal dapat pupuk, tapi ternyata diduga palsu,” ucapnya.
Menurut Gatot, pihak Petrokimia Gresik sudah cek produk ke lapangan. Mereka memastikan produk ini bukan miliknya, karena dari sisi fisik dan kemasan jauh berbeda.
Namun belum ada penjelasan soal sak (karung) asli milik Petrokimia yang digunakan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/seorang-petani-menebar-pupuk-di-sawah_20160302_210428.jpg)