Ada 15 Ribu Teguran Selama Ops Zebra Lempuyang 2020, Jansen: Dominasi Tidak Pakai Helm
Selama kegiatan Operasi Zebra Lempuyang 2020, kepolisian lalu lintas dari Satlantas Polresta Denpasar sudah memberikan teguran ke ribuan pengguna
Penulis: Firizqi Irwan | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Laporan Wartawan Tribun Bali, Ahmad Firizqi Irwan
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Selama kegiatan Operasi Zebra Lempuyang 2020, kepolisian lalu lintas dari Satlantas Polresta Denpasar sudah memberikan teguran ke ribuan pengguna jalan raya.
Operasi Zebra Lempuyang 2020 yang berlangsung dari tanggal 26 Oktober sampai 8 November 2020 atau selama dua pekan (14 hari).
Setidaknya mendapati para pengguna jalan raya yang melanggar aturan berlalu lintas seperti tidak memakai helm dan tidak melengkapi surat-surat berkendara serta kelengkapan berkendara lainnya.
Baca juga: Penyebar Video Syur Mirip Gisel Bisa Terancam Pidana 12 Tahun dan Denda Rp 6 Miliar
Baca juga: Luapan Kebahagiaaan atas Kemenangan Bersama Biden, Kamala Harris: Hari Baru Bagi Amerika
Baca juga: Ini Alasan Shin Tae-yong Tak Panggil Bagus Kahfi di TC Virtual Timnas U19 Indonesia
Namun demikian, para pengguna jalan raya yang tidak tertib berlalu lintas tidak diberikan surat tilang dan denda, melainkan teguran dan imbauan protokol kesehatan (Prokes).
Mengenai hal tersebut, Kapolresta Denpasar Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan didampingi Kasat Lantas AKP Taufan Rizaldi menyebutkan dalam Ops Zebra Lempuyang ditemukan 15 ribu pelanggar.
"Teguran sampai dengan hari ke 14 ada 15 ribu teguran, dominasi masih banyak yang tidak memakai helm, kelengkapan-kelengkapan berkendara dan tidak pakai masker," ujar Kombes Pol Jansen pada Minggu (8/11/2020) pagi.
Baca juga: Pemerintah Lanjutkan BLT Bansos BST Rp 200.000 Tahun 2021, Berikut Ini Cara Mengeceknya
Baca juga: Kronologi Sejoli di Jakarta Nekad Berbuat Asusila di Kuburan & Viral, Begini Kesaksian Warga
Baca juga: Donald Trump Tumbang, Joe Biden Menang & Cetak 4 Rekor Ini hingga Melenggang ke Gedung Putih
Lebih lanjut ia mengatakan, anggota Satlantas Polresta Denpasar beberapa kali sudah memberikan imbauan kepada masyarakat terutama yang mengikuti kegiatan adat-istiadat.
Dari pengendara masih banyak ditemukan tidak memakai helm melainkan hanya menggunakan udeng sebagai pelindung kepala.
"Pada kesempatan ini, kita menghimbau kepada masyarakat apalagi di Bali ini. Tentu banyak kegiatan adat-istiadat. Teman-teman dan saudara-saudara kita kadang-kadang dia menggunakan pakaian adat tapi masih tidak menggunakan helm," tambahnya.
"Padahal kita sudah selalu mensosialisasikan bahwa udeng itu tidak bisa melindungi kepala jika terjadi benturan. Jadi jauh dekat, ya harus memakai helm,"
"Selain di masa pandemi ini, semua juga wajib menggunakan makser," ungkap Kapolresta Denpasar Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan.
Sementara itu, dalam penuturannya kepada Tribun Bali dan awak media yang hadir di Renon, Denpasar, Bali pada kegiatan hari terakhir Ops Zebra Lempuyang 2020.
Kapolresta Denpasar Kombes Pol Jansen Avitus mengungkapkan jumlah masker yang telah dibagikan selama Ops Zebra Lempuyang mencapai 10 ribu masker.
"Jumlah masker 10 ribu masker yang sudah dibagikan selama kegiatan Ops Zebra Lempuyang 2020," tutupnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kapolresta-denpasar-kombes-pol-jansen-avitus-panjaitan-didampingi-kasat-lantas-akp-taufan-rizaldi.jpg)