Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Pilpres Amerika Serikat

Donald Trump Dikabarkan Ogah Tinggalkan Gedung Putih Jika Biden Menang Pilpres AS

Biden dilaporkan unggul jauh dari pesaingnya, di mana beberapa lembaga memproyeksikan dia sudah meraih 270 suara elektoral, sementara Trump

Tayang:
Editor: Ady Sucipto
Kolase Tribunnews (Instagram @realdonaldtrump dan @joebiden)
(Kiri) Donald Trump dari Partai Republik dan (Kanan) Joe Biden dari Partai Demokrat 

TRIBUN-BALI.COM, WASHINGTON - Baru-baru ini beredar pernyataan Presiden Donald Trump yang dikabarkan bakal membentengi diri dan menolak keluar dari Gedung Putih jika Joe Biden menang Pemilu AS. 

Biden dilaporkan unggul jauh dari pesaingnya, di mana beberapa lembaga memproyeksikan dia sudah meraih 270 suara elektoral, sementara Trump menuduh bahwa dia dicurangi. 

Donald Trump mengklaim tanpa bukti keunggulan yang dia dapatkan sudah direnggut dan akan menggugat ke Mahkamah Agung.

Daripada mengakui kekalahan seperti yang dilakukan pendahulunya, petahana mengindikasikan dia akan bertarung untuk bertahan di Gedung Putih.

Berdasarkan laporan CNN, presiden berusia 74 tahun itu tidak mempersiapkan pernyataan berisi mengakui kemenangan saingannya dari Partai Demokrat itu.

Baca juga: Joe Biden Terpilih Presiden, Kamala Harris Wapres Wanita Pertama AS Keturunan Asia

Baca juga: Partai Republik Butuh Dana Rp 852 Miliar untuk Danai Gugatan Donald Trump

Baca juga: Jika Trump Tak Mau Keluar Gedung Putih Walau Kalah di Pilpres AS,Tim Biden:Biar Militer Seret Keluar

Bahkan berdasarkan pengakuan sumber terdekat Trump, sang presiden dalam beberapa hari terakhir tak menyiratkan mengakui kekalahan.

Kepala Staf Gedung Putih Mark Meadows dilaporkan tidak berusaha untuk memberi tahu presiden mengenai realitas yang sudah terjadi.

Tim kampanye presiden sendiri dilaporkan berusaha menggalang dana US$ 60 juta (Rp 953,2 miliar) untuk biaya gugatan ke pengadilan.

Sumber di internal presiden menyebutkan, sejumlah pembantunya membeberkan ide agar presiden dari Partai Republik itu agar tetap diam.

Alasannya, menyebut Pemilu AS curang selain menghancurkan bisnisnya, juga bisa memupuskan apa pun ambisi politiknya di masa depan.

Juru bicara Joe Biden, Andrew Bates, menyatakan mereka tidak khawatir Trump menolak keluar. Karena dia pasti akan dikawal oleh keamanan.

"Pemerintah AS tentu punya kemampuan mumpuni untuk menyeret keluar adanya orang yang masuk tanpa izin di Gedung Putih," kata Bates.

Dilansir Daily Mirror Sabtu (7/11/2020), Trump sebelumnya sudah mengumandangkan kemenangan setelah beberapa negara bagian kunci menunjukkan merah, warga Republik.

Namun begitu surat suara dari pos didatangkan dan dihitung, seketika keunggulan berbalik menjadi milik Biden, seperti di Pennsylvania saat ini.

Saat ini berdasarkan proyeksi dari lembaga survei Decision Desk HQ, Biden sudah merebut Pennsylvania dan mendapatkan 20 suara elektoral.

Dengan demikian, mantan senator Delaware tesebut menjadi presiden ke-46 karena melewati angka 270 seperti yang disyaratkan untuk melenggang ke Gedung Putih.

Laporan: Ardi Priyatno Utomo

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Trump Disebut Bakal Membentengi Diri di Gedung Putih jika Biden Menang Pemilu AS

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved