Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Mengenal Perilaku Body Shaming dan Cara Mengatasinya

Body shaming merupakan tindakan mempermalukan orang lain tentang fisik seseorang, baik hanya bertujuan bercanda atau benar-benar menghina

Tayang:
Penulis: Noviana Windri | Editor: Wema Satya Dinata
tribun bali
Program Sanjiwani Tribun Bali bertajuk 'Apa sih body shaming itu? Apa saja bahayanya serta cara mengatasinya', Rabu (11/11/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Noviana Windri Rahmawati

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Body shaming merupakan tindakan mempermalukan orang lain tentang fisik seseorang, baik hanya bertujuan bercanda atau benar-benar menghina.

Seorang psikolog di Bali, Sad Yuli Prihartati, S.Psi., Psikolog menjelaskan setiap orang memiliki pribadi dan bentuk fisik yang berbeda-beda.

Namun, perbedaan tersebut sering kali dijadikan orang lain untuk bahan olok-olok atau bullying.

"Kita bergaul dengan banyak orang dan dalam kondisi situasi tertentu, khususnya pandemi, seperti sekarang orang agak peka.

Baca juga: Dewan Bali Dukung Rencana Pemprov dan Pusat Buka Penerbangan Internasional Dari dan ke Luar Bali

Baca juga: Terkait Bantuan Hibah Pusat, Pemkab Badung Ajak Pelaku Usaha Pariwisata Taat Aturan

Baca juga: Kuasa Hukum Sebut Anggota Sandhi Murti Tak Melakukan Pemukulan Terhadap AWK, Lupa, Seperti Kerasukan

Yang nantinya membuat orang yang di-bully imunnya turun, aktivitas terganggu dan lainnya," jelasnya dalam segmen Tribun Bali Sanjiwani bertajuk 'Apa sih body shaming itu? Apa saja bahayanya serta cara mengatasinya', Rabu (11/11/2020).

Lebih lanjut dijelaskan, hal mendasar agar kita dapat menghindari body shaming adalah etika pergaulan dan tingkat kedekatan.

Jika seseorang mengerti dan memahami dengan etika pergaulan maka akan memilah konteks bercandaan.

Meski tujuannya adalah bercanda, nyatanya hal ini menimbulkan efek negatif.

"Jika sudah saling kenal dekat, biasanya tidak masalah jika hanya bercanda.

Tetapi jika baru kenal dekat maka akan mengakibatkan merasa tidak nyaman, down, merasa terhina, terlukai, stres, hingga menyebabkan depresi," tambahnya.

Tidak hanya terjadi secara langsung, namun saat ini body shaming juga sering kali terjadi pada dunia maya melalui sosial media.

Seseorang harus memahami siapa lawan bicara, memahami perasaan lawan bicara, memahami situasi dan kondisi agar tidak menyakiti lawan bicara.

Bagi orang yang bisa jadi potensi sasaran body shaming, harus memiliki konsep diri yang jelas sehingga tidak mudah terpengaruh olok-olok dari orang lain.(*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved