Breaking News:

Serba serbi

Pura Campuhan Windhu Segara, Satu-satunya Pura di Bali yang Tidak Haturkan Daging sebagai Upakara

Sisi unik Pura Campuhan Windhu Segara lainnya, adalah pura ini tidak menghaturkan daging hewan sebagai upakara dalam bebantenan-nya.

Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Tribun Bali/AA Seri Kusniarti
Jro Mangku Ketut Maliarsa 

Hanya mengandalkan cecaruan segehan agung saja.

“Dan memang dari awal piodalan di pura, tidak pernah terjadi sesuatu karena tidak menghaturkan daging ini, tidak ngrebeda-lah,” imbuh Jro mangku.

Lanjutnya, calon arang tahun lalu ada 7 bangke matah.

Baca juga: Pemkab Klungkung Raih Prestasi Perencanaan Pemda, 2021 Dana Insentif Melonjak Jadi Rp 60 Miliar

Secara struktural bangunan pura, menurun dari nista, madya, hingga utama mandala.

Padahal sesuai konsep Siwa Sidanta, harusnya konsep pura makin naik.

“Ini mengapa turun, karena itu adalah menggunakan konsep segara. Kan laut letaknya di bawah sebagai simbol ibu. Sedangkan gunung di atas, sebagai simbol bapak. Giri kelawan gunung, nyegara gunung adalah konsep kesatuan dalam proses kehidupan,” imbuhnya.

Namun yang ia sayangkan, adalah masih rusaknya jalan menuju ke pura ini.

Terlihat dari banyaknya lubang, kerikil, dan jalan dari tanah liat yang sangat licin saat hujan tiba atau air pasang.

“Kami di pura sudah mengajukan proposal ke gubernur dan pemda tingkat dua di Denpasar. Namun sampai sekarang belum ditindaklanjuti,” tegasnya.

Ia menjelaskan, pura ini telah menjadi pura universal yang didatangi dari berbagai pamedek bahkan turis asing.

Semoga aspirasinya ke depan bisa didengarkan. (*) 
 

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved