Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Bukan Gelombang Panas, Ini Penyebab Cuaca Panas di Bali Beberapa Hari Ini

Ternyata bukan gelombang panas loh, penyebab cuaca di Bali sangat panas akhir-akhir ini

Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Irma Budiarti
Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Ilustrasi cuaca terik. 

BBMKG Wilayah III Denpasar membantah adanya isu gelombang panas yang sedang melanda Indonesia dan khususnya Bali.

Gelombang panas dalam ilmu klimatologi didefinisikan sebagai periode cuaca (suhu) panas yang tidak biasa, yang biasanya berlangsung setidaknya lima hari berturut-turut atau lebih (sesuai batasan Badan Meteorologi Dunia atau WMO) disertai oleh kelembapan udara yang tinggi.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Data dan Informasi Iman Faturahman saat dikonfirmasi Tribun Bali, Sabtu (14/11/2020) malam ini.

Baca juga: Wali Kota Jakpus Surati Rizieq Shihab soal Acara Pernikahan Putrinya, Ingatkan Ini

Baca juga: 4 Shio yang Beruntung 15 November 2020, Siapa Saja Mereka?

"Beredar pesan berantai melalu media sosial bahwa gelombang panas kini melanda negara Indonesia, khususnya di Bali, yang disebutkan bahwa kini cuaca sangat panas, suhu pada siang hari bisa mencapai 40 derajat celcius, dianjurkan untuk menghindari minum es atau air dingin. Berita yang beredar ini tentu tidak tepat, karena kondisi suhu panas dan terik saat ini tidak bisa dikatakan sebagai gelombang panas," kata Iman

Iman menjelaskan, untuk dianggap sebagai gelombang panas, suatu lokasi harus mencatat suhu maksimum harian melebihi ambang batas statistik.

Misalnya 5 derajat celcius lebih panas, dari rata-rata klimatologis suhu maksimum, dan setidaknya telah berlangsung dalam lima hari berturut-turut. 

"Apabila suhu maksimum tersebut terjadi dalam rentang rata-ratanya dan tidak berlangsung lama, maka tidak dikatakan sebagai gelombang panas," jelas dia.

Lebih lanjut, Iman menyampaikan, gelombang panas umumnya terjadi berkaitan dengan berkembanganya pola cuaca sistem tekanan atmosfer tinggi di suatu area secara persisten dalam beberapa hari. 

Dalam sistem tekanan tinggi tersebut, terjadi pergerakan udara dari atmosfer bagian atas menuju permukaan (subsidensi) sehingga termampatkan dan suhunya  meningkat. 

Pusat tekanan atmosfer tinggi ini menyulitkan aliran udara dari daerah lain masuk ke area tersebut. 

"Semakin lama sistem tekanan tinggi ini berkembang di suatu area, semakin meningkat panas di area tersebut, dan semakin sulit awan tumbuh di wilayah tersebut," ujarnya.

Saat ini, dipaparkan dia, berdasarkan pantauan BMKG terhadap suhu maksimum di wilayah Indonesia, memang suhu tertinggi siang hari ini mengalami peningkatan dalam beberapa hari terakhir. 

"Tercatat suhu >36°C terjadi di Bima, Sabu, dan di Sumbawa pada catatan meteorologis tanggal (12/11/2020). Suhu tertinggi pada hari itu tercatat di Bandara Sultan Muhammad Salahudin, Bima yaitu 37,2°C. Namun catatan suhu ini bukan merupakan penyimpangan besar dari rata-rata iklim suhu maksimum pada wilayah ini, masih berada dalam rentang variabilitasnya di Bulan November," bebernya.

Puncak Musim Hujan di Bali

BBMKG Wilayah III Denpasar memperkirakan puncak musim hujan di Bali terjadi pada bulan Januari 2021 mendatang.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved