Bupati Bangli Siap Fasilitasi Pembuatan Masterplan Agrowisata

Bupati Bangli, I Made Gianyar,  berencana mengembangkan agrowisata, siap menindaklanjuti dengan memfasilitasi pembuatan masterplan.

Istimewa
Bupati Bangli, I Made Gianyar (baju putih) saat menghadiri acara pemberian bantuan Kemenparekraf pada pengusaha kopi di Kintamani. Jumat (13/11/2020) 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Bupati Bangli, I Made Gianyar,  berencana mengembangkan agrowisata.

Pihaknya bahkan siap menindaklanjuti dengan memfasilitasi pembuatan masterplan.

Hal ini diungkapkan I Made Gianyar saat menghadiri penyerahan bantuan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ( Kemenparekraf), Jumat (13/11/2020).

Bantuan dari Kemenparekraf menyasar pada dua pengusaha kopi asal Kintamani, Bangli, Bali.

Baca juga: Denpasar Usulkan 675 Kuota CPNS untuk Formasi Tahun 2021

Baca juga: RESMI Mulai 1 Januari 2021 BBM Premium di Jawa, Madura dan Bali Akan Dihilangkan

Baca juga: Sekelompok Anak Muda di Desa Akah Racik Hand Sanitizer Herbal

Yakni pengelola Arca Coffee di Desa Ulian Kintamani, I Wayan Berana dan pengelola Belantih Coffee Farm di Desa Belantih, I Wayan Tunas Wijaya.

Bantuan tersebut diantaranya berupa papan media informasi, papan penunjuk arah dan mesin pengukur kadar air kopi.

Koordinator Fasilitas Pengembangan Infrastruktur Kemenparekraf RI, Miftachul Farida mengungkapkan, bantuan yang diberikan ini untuk meningkatkan hasil yang baik didalam pengolahan kopi Kintamani.

Sebab itu diperlukan alat yang dapat menentukan kualitas kopi tersebut.

“Kami dari Kementerian sebelumnya sudah melaksanakan pengecekan ke tempat pengolahan kopi yang ada di Kintamani ini, kami memutuskan untuk memberikan kepada dua pengusaha kopi diantaranya bapak I Wayan Tunas Wijaya dan bapak I Wayan Berana,” sebutnya.

Sementara, Bupati Bangli, I Made Gianyar, dalam kesempatan itu mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada Kemenparekraf yang telah memperhatikan petani atau pengusaha pengolahan kopi di Bangli.

Menurutnya bantuan tersebut mampu meningkatkan kualitas kopi serta semakin memperkenalkan kopi Kintamani ini pada khalayak luas.

Bupati asal Desa Bunutin, Kintamani itu juga menyampaikan bahwa pertanian sekarang ini telah banyak mengaitkan pertanian dengan pariwisata.

Sehingga petani mempunyai nilai lebih yang akan didapat.

“Dengan majunya pertanian yang digabungkan dengan pariwisata, kedepannya bisa menjadikan agrowisata pertanian,” ujarnya.

Made Gianyar bahkan siap untuk memfasilitasi dengan pembuatan masterplan untuk agrowisata ini.

Terlebih jumlah desa yang sudah ditetapkan sebagai desa wisata, hingga kini telah mencapai 30 desa.

“Nanti masing-masing desa akan menunjukkan keunggulan di desanya, dan akan dibuatkan masterplan-nya. Yang kopi agrowisata kopi, yang jeruk agrowisata jeruk, yang sawah agrowisata sawah,” tandasnya. (*).

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved