Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Cuaca Gerah Beberapa Hari Terakhir, BMKG Bantah Akibat Ada Gelombang Panas, Ini Penjelasannya

BMKG menyebut berita yang beredar ini tentu tidak tepat, karena kondisi suhu panas dan terik saat ini tidak bisa dikatakan sebagai gelombang panas

Editor: Wema Satya Dinata
Shutterstock
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membantah gelombang panas kini sedang melanda Indonesia.

Hal itu menanggapi beredarnya pesan berantai melalui media sosial, yang menyebut gelombang panas kini melanda Indonesia.

Pesan berantai itu menyebut kini cuaca sangat panas, suhu pada siang hari bisa mencapai 40 derajat celcius, dan dianjurkan untuk menghindari minum es atau air dingin.

BMKG menyebut berita yang beredar ini tentu tidak tepat, karena kondisi suhu panas dan terik saat ini tidak bisa dikatakan sebagai gelombang panas.

Baca juga: Cara Simpan Beras Supaya Tidak Berkutu dan Biar Tetap Awet

Baca juga: 4 Arti Mimpi Ketemu Kuntilanak, Pertanda Akan Kehilangan Pekerjaan hingga Bertemu Orang Tak Terduga

Baca juga: Connor McGregor Disebut Gila Memilih Lawan Pemenang Seperti Manny Pacquiao

Berdasarkan keterangan pers yang dikutip Wartakotalive dari laman bmkg.go.id, gelombang panas dalam ilmu klimatologi didefinisikan sebagai periode cuaca (suhu) panas yang tidak biasa.

Periode suhu ini biasanya berlangsung setidaknya lima hari berturut-turut atau lebih (sesuai batasan Badan Meteorologi Dunia atau WMO), disertai oleh kelembapan udara yang tinggi.

Untuk dianggap sebagai gelombang panas, suatu lokasi harus mencatat suhu maksimum harian melebihi ambang batas statistik, misalnya 5 derajat celcius lebih panas, dari rata-rata klimatologis suhu maksimum.

Dan, setidaknya telah berlangsung dalam lima hari berturut-turut.

Apabila suhu maksimum tersebut terjadi dalam rentang rata-ratanya dan tidak berlangsung lama, maka tidak dikatakan sebagai gelombang panas.

Gelombang panas umumnya terjadi berkaitan dengan berkembanganya pola cuaca sistem tekanan atmosfer tinggi di suatu area secara persisten, dalam beberapa hari.

Dalam sistem tekanan tinggi tersebut, terjadi pergerakan udara dari atmosfer bagian atas menuju permukaan (subsidensi), sehingga termampatkan dan suhunya meningkat.

Pusat tekanan atmosfer tinggi ini menyulitkan aliran udara dari daerah lain masuk ke area tersebut.

Semakin lama sistem tekanan tinggi ini berkembang di suatu area, semakin meningkat panas di area tersebut, dan semakin sulit awan tumbuh di wilayah tersebut.

Saat ini, berdasarkan pantauan BMKG terhadap suhu maksimum di wilayah Indonesia, memang suhu tertinggi siang hari ini mengalami peningkatan dalam beberapa hari terakhir.

Baca juga: Update Covid-19 di Bali 14 November 2020, Kasus Positif Bertambah 48 Orang, Sembuh 61 Orang

Baca juga: Kabar Gempa Terkini Aceh, Penyebab dan Analisis BMKG Mengenai Aktivitas Sesar Sumatera

Baca juga: Fitri Salhuteru Beberkan Kondisi Nikita Mirzani Pasca Rumahnya Terancam Dikepung 800 Orang

Tercatat, suhu >36C terjadi di Bima, Sabu, dan di Sumbawa pada catatan meteorologis tanggal 12-11-2020.

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved