Teriak hingga Banting Gadget, Perilaku Saat Main Game Tunjukkan Kepribadian, Benarkah?

Tak jarang ketika seseorang bermain game, orang-orang akan berteriak entah karena kegirangan atau sedang emosi. Lalu apakah dengan berteriak saat

Tribun Bali/Ni Luh Putu Wahyuni Sari
Made Ayu Praditya Larashati, M.Psi., selaku Psikolog klinis di Rumah Sakit Bhayangkara Denpasar 

Laporan Wartawan, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Seiring dengan perkembangan zaman, keberadaan game yang ada di smartphone saat ini sangat mudah didapatkan.

Berbagai kalangan dari anak-anak, remaja hingga dewasa pun sering memainkan game melalui gadget mereka. 

Tak jarang ketika seseorang bermain game, orang-orang akan berteriak entah karena kegirangan atau sedang emosi.

Baca juga: Tragis! Hendak Perbaiki Atap Bocor, Seorang Buruh di Gianyar Tewas Tersetrum Listrik Tegangan Tinggi

Baca juga: Kapok Sahli Pangdam IX/Udayana Ajak Masyarakat Cegah Klaster Baru Covid-19 dengan Hindari Kerumunan 

Baca juga: Polisi Dapati Temuan Baru Terkait Video Mirip Gisel, Sosok Pemeran Pria Dipanggil Polisi

Lalu apakah dengan berteriak saat memainkan game akan mempengaruhi kepribadian orang tersebut? 

Made Ayu Praditya Larashati, M.Psi., selaku Psikolog klinis di Rumah Sakit Bhayangkara Denpasar mengatakan kepribadian merupakan pola karakteristik dari pikiran, perasaan dan perilaku yang menjadikan seseorang unik.

"Kepribadian diyakini berasal dari dalam diri seseorang karena berkaitan dengan proses mental seseorang sejak lahir hingga saat ini (sepanjang kehidupannya) dan cenderung tetap konsisten sepanjang hidup. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kepribadian seseorang sulit diubah," jelasnya pada Selasa (24/11/2020). 

Baca juga: Prakiraan Cuaca Hari Ini, BMKG 24 November 2020, Bandung Hujan Petir, Jakarta dan Denpasar Berawan

Baca juga: Jadwal Belajar dari Rumah di TVRI Selasa 24 November 2020, Ada Tayangan Sekolah di Era Baru

Baca juga: Surya Paloh Dinyatakan Positif Covid-19 dan Dirawat di RSPAD Jakarta, Begini Kondisinya

Walaupun kepribadian sulit diubah, kita sendiri dapat mengelola perilaku yang muncul, karena perilaku merupakan representasi wujud nyata atau yang terlihat dari kepribadian yang dimiliki. 

"Jadi, bukan berarti perilaku berteriak atau emosian ketika bermain game mempengaruhi kepribadian seseorang, namun sebaliknya kepribadian seseorang dapat mempengaruhi seseorang dalam bersikap dan berperilaku ketika bermain game," tambahnya. 

Baca juga: Imbas Lalaikan Protokol Kesehatan di Acara Pernikahan Anak Rizieq Shihab, Kepala KUA Ini Dicopot

Baca juga: Gudang Perusahaan Mebel dan Kasur di Kuta Utara Badung Terbakar,1 Mobil & 10 Motor Ludes Dilalap Api

Baca juga: Ditinggal Kakak Bikin Video, Devi Tewas Tenggelam di Kolam Renang Buleleng

Sehingga, lanjut Ayu, ada beberapa orang yang sedang main game menunjukkan perilaku berteriak, membanting keyboard atau gadget, mendorong kursi dan lain-lainnya sebagai bentuk respons mereka dalam menghadapi suatu masalah di dalam game yang sedang dimainkan.  

"Di sisi lain, seseorang dengan kepribadian yang berbeda belum ada kemungkinan menunjukkan sikap dan perilaku yang berbeda, tidak berteriak, emosian, atau membanding apapun di sekitarnya," imbuhnya. (*) 

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved