Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

OTT KPK

Ini Harta Kekayaan Edhy Prabowo, Ada Aset Properti di Bandung dan Sumatera Selatan

Harta kekayaan Edhy Prabowo sebagian besar atau Rp 4,3 miliar di antaranya merupakan aset properti berupa tanah dan bangunan. 

Tribun Bali/I Made Ardhiangga Ismayana
Edhy Prabowo saat mengunjungi PPN Pengambengan, Kamis (13/8/2020). Edhy ditangkap sepulang dari Hawaii, Amerika Serikat, Rabu (25/11/2020) 

Aset tersebut tanah dan bangunan seluas 2.460 meter persegi senilai Rp 310 juta, tanah dan bangunan seluas 20.000 meter persegi seharga Rp 275 juta, tanah dan bangunan seluas 23.200 meter persegi senilai Rp299 juta.

Kemudian tanah dan bangunan seluas 14.586 meter persegi sejumlah Rp 248 juta, tanah dan bangunan seluas 19.000 meter persegi senilai Rp289 juta, tanah dan bangunan berdimensi 24.400 meter persegi senilai Rp299 juta, serta tanah dan bangunan berukuran 662 meter persegi senilai Rp208 juta. 

Edhy juga melaporkan total harta kekayaan berupa alat transportasi dan mesin yang mencapai total Rp 890 juta.

Selain itu, harta bergerak lainnya yang dimiliki Edhy mencapai Rp 1,9 miliar, dan harta berupa kas dan setara kas.

Total 17 Orang Diangkut KPK 

Ditangkapnya Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo ternyata terkait kasus dugaan korupsi mengenai proses penetapan calon eksportir benih lobster.

Total ada 17 orang yang ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK tersebut, termasuk istri Edhy Prabowo.

Hal itu diungkapkan oleh Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, Rabu (25/11/2020) siang.

"Kasus ini diduga terkait dengan proses penetapan calon eksportir benih lobster," kata Ali, sebagaimana dikutip dari Kompas.com.

Ditambahkan oleh Ali, total ada 17 orang yang ditangkap KPK dalam rangkaian operasi tangkap tangan di Depok, Jakarta, dan Bandara Soekarno-Hatta.

Adapun 17 orang itu terdiri dari Edhy, istri Edhy, pejabat Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta sejumlah pihak swasta.

"Saat ini KPK masih melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap 17 orang tersebut selama 1x24 jam," ujar Ali.

Selain itu, KPK juga mengamankan sejumlah barang, termasuk kartu debit ATM yang diduga terkait dengan tindak pidana korupsi.

Sebelumnya, penunjukan perusahaan pengekspor benih lobster sempat menuai polemik.

Dalam beberapa pemberitaan, sejumlah politikus disebut-sebut menduduki jabatan tinggi di perusahaan yang jadi calon eksportir benih lobster.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved