Maradona dan Ikatannya yang Luar Biasa dengan Napoli
Bersama-sama, Maradona dan Napoli menaklukkan tim-tim utara seperti Juventus, AC Milan dan Inter Milan
TRIBUN-BALI.COM - Diego Maradona dibesarkan dalam kemiskinan akut dan akan selalu berpihak kepada mereka yang tertindas yang membuat Napoli dicemooh oleh klub-klub kaya raya di Italia utara yang bagi dia adalah tim yang sempurna.
Hanya sedikit pemain yang pengaruhnya begitu luar biasa terhadap sebuah klub seperti dilakukan Maradona selama tujuh tahun kepada Partenopei atau Napoli.
Klub ini dua kali menjuarai Serie A dan satu kali trofi Eropa yang saat itu bernama Piala UEFA ketika Maradona berada di sana. Tetapi ada lebih banyak lagi prestasi ketimbang statistik itu.
Sepak bola adalah olahraga yang sangat berbeda masa itu dan Serie A, khususnya, adalah lingkungan yang tidak bersahabat terhadap pemain sepak bola seperti Maradona yang meninggal dunia Rabu dalam usia 60 tahun.
Baca juga: Diego Maradona Akan Dimakamkan di Luar Kota Buenos Aires
Baca juga: Adios Diego Maradona
Baca juga: Ramalan Zodiak Karier Jumat 27 November 2020, Libra Ambil Keputusan Penting, Pisces Coba Ambil Cuti
Taktik bertahan dan berbuat apa pun supaya menang adalah hukum sepak bola saat itu dan pemain-pemain seperti Maradona menjadi sasaran perlakuan kejam para bek yang dibolehkan menjegal dia bahkan disertai impunitas.
Di bawah keadaan seperti inilah Maradona mencetak 115 gol untuk Napoli, termasuk banyak gol terbaik yang pernah terjadi di Serie A, dan mencetak rekor klub ini yang baru belakangan ini dipecahkan.
Pemain-pemain lain seperti Francesco Totti yang menghabiskan seluruh 25 tahun karirnya di AS Roma, dan Lionel Messi yang hanya bermain untuk Barcelona, juga memiliki hubungan yang luar biasa dengan klub, tapi tidak ada yang bisa menandingi hubungan Maradona dengan Napoli.
Kota yang menderita karena pengangguran, sanitasi yang buruk, kemiskinan dan kejahatan terorganisir dan Maradona dengan pembawaannya sendiri yang keras, langsung saling mengidentifikasi satu sama lain.
Ketika Maradona diterbangkan dengan helikopter untuk diperkenalkan resmi, 75.000 orang memadati stadion untuk menyaksikan dia dan sebuah surat kabar melaporkan bahwa tidak ada masalah yang membuat kota itu bermasalah "karena kami punya Maradona."
Kota Gila
"Naples (Napoli) adalah kota yang gila, mereka sama gilanya dengan saya, sepak bola adalah kehidupan itu sendiri," kata Maradona yang sebelumnya bermain di Barcelona, suatu ketika.
"Banyak hal yang mengingatkan saya kepada asal-usul saya. Ada mogok makan dan orang-orang mengikatkan diri ke pagar Stadion San Paolo, memohon saya agar datang. Bagaimana bisa saya mengecewakan mereka?"
Bersama-sama, Maradona dan Napoli menaklukkan tim-tim utara seperti Juventus, AC Milan dan Inter Milan, yang dipandang sebagai kelompok kemapanan aristokrasi sepak bola Italia. Maradona seketika mengubah Serie A.
Perayaan setelah kemenangan gelar Serie A mereka pada 1987 membuat kota itu macet total.
"Saya tahu semua masalah yang mereka hadapi. Orang-orang ini berkorban demi membeli tiket. Mereka selalu di sana, selalu di sana. Itu membuat saya mengenali mereka sejak hari pertama," kata Diego Maradona.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-diego-armando-maradona-1.jpg)