Pengkultusan Maradona di Argentina Jauh Melebihi Lapangan Sepak bola
Kekurangan-kekurangan dia membuatnya menjadi manusia dan sifatnya sebagai petarung membuat dia disanjung.
TRIBUN-BALI.COM - Diego Maradona punya bakat yang lebih banyak ketimbang hampir semua pesepak bola lainnya dalam sejarah, namun status kultusnya di Argentina dan di seluruh dunia jauh melampaui lapangan.
Kekurangan-kekurangan dia membuatnya menjadi manusia dan sifatnya sebagai petarung membuat dia disanjung.
Legenda yang meninggal dunia karena serangan jantung pada usia 60 tahun Rabu 25 November 2020 itu turut menjuarai Piala Dunia 1986.
Dia mengangkat tinggi-tinggi klub Italia Napoli sampai tak ada yang menandinginya dan, dalam satu pertandingan penting melawan Inggris pada Piala Dunia mencetak dua gol paling berkesan sepanjang masa, yakni satu dengan tangannya dan yang satunya lagi dengan kakinya.
Baca juga: Maradona dan Ikatannya yang Luar Biasa dengan Napoli
Baca juga: Ramalan Zodiak Karier Jumat 27 November 2020, Libra Ambil Keputusan Penting, Pisces Coba Ambil Cuti
Baca juga: Tangkal Covid-19, 1.500 Kader PKK Ikut Pembekalan Prosehat Kendali Covid-19
"Sebagai pemain dia telah memberi kami segalanya," kata penduduk Buenos Aires Elsa Flores kepada Reuters.
"Saya kira tidak ada orang Argentina yang mengatakan dia tidak memberi segalanya kepada kami. Dia memberi kami gelar juara dunia dan memberi kami banyak hal sebagai pemain. Dia selalu bermain untuk jersey Argentina."
Di luar lapangan, Diego Maradona penuh gairah dan kebablasan, pria mungil berselera besar. Dia tahu bagaimana membuat orang lain murka dan dia tak peduli apa yang dipikirkan orang.
Perilaku itu membuat dia dicintai sekaligus dibenci.
Dia dihormati di Napoli yang 30 tahun setelah kiprahnya di sana, wajahnya tetap menghiasi tembok-tembok, papan iklan dan tempat-tempat suci.
Di Argentina dia diabadikan dalam berbagai lagu dan sebuah "gereja" virtual dengan 10 perintahnya sendiri, yang berkisar dari memuja sang mantan playmaker yang nomor punggung 10-nya membuatnya dipanggil D10S yang adalah sebuah plesetan kata bahasa Spanyol yang berarti "Tuhan".
"Maradona bukan sembarang manusia, dia manusia yang melekat di bola kulit," kata penyanyi Argentina Calamaro dalam lagunya "Maradona". "Aku tak peduli kekacauan yang dialami Maradona, dia sahabatku dan dia orang hebat."
Diego Maradona adalah pendukung perjuangan bangsanya Argentina, termasuk dalam klaim kontroversial Argentina atas Malvinas, kepulauan yang oleh Inggris disebut Falklands yang terletak tepat di sebelah timur pantai Argentina.
Dia adalah sahabat dari pemimpin sayap kiri Amerika Latin, termasuk Fidel Castro dari Kuba dan Hugo Chavez dari Venezuela.
Di Italia, dia berbicara atas nama kaum miskin di selatan negeri itu yang melawan kaum kaya di utara.
Dalam olahraga di mana kelembutan berlaku, Maradona bersedia mengutarakan isi hatinya dan rakyat Argentina menyukai dia karena mereka melihat bagian dari dirinya ada pada diri Maradona, mungkin lebih dari yang mereka akui.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/diego-maradona_20180627_080612.jpg)