Breaking News:

Masuki Musim Penghujan, Sebanyak 64.77 Meter Kubik Sampah Dibawa Arus Air Hujan di Denpasar

Sepekan ini hujan deras mengguyur Kota Denpasar. Hujan dengan intensitas tinggi tersebut mengakibatkan debit air permukaan tidak sepenuhnya dapat

Tribun Bali/Ni Luh Putu Wahyuni Sari
Tim Gabungan yang terdiri atas BPBD dan DLHK Kota Denpasar saat sedang membersihkan sampah di genangan air pada Jumat (27/11/2020). 

Laporan Wartawan, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Sepekan ini hujan deras mengguyur Kota Denpasar.

Hujan dengan intensitas tinggi tersebut mengakibatkan debit air permukaan tidak sepenuhnya dapat tertampung di drainase maupun sungai. 

Sehingga, kondisi tersebut menyebabkan terjadinya genangan air di beberapa titik Wilayah Kota Denpasar.

Setelah hujan reda, seluruh titik sudah kembali normal dan tertangani oleh petugas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) dan BPBD Kota Denpasar.

Baca juga: Pengembangan Wisata Medis Dimulai di Bali, Pemerintah Telah Siapkan Tanah 49 Hektar

Baca juga: Catat 3.682 Pelanggaran Prokes, Kini Satpol PP Badung Perintahkan  Semua Desa dan Kelurahan Bergerak

Baca juga: Mengenang Gol Tangan Tuhan Diego Maradona

Dari data yang didapat, sebanyak kurang lebih 64.77 meter kubik volume sampah yang dibawa arus air hujan.

Terdapat beberapa titik genangan seperti di jalan A. Yani, Jalan Suradipa dan jalan Merak. 

Sumbatan sampah  mengakibatkan terjadi genangan air di beberapa daerah di Kota Denpasar. 

Kadis PUPR Kota Denpasar, Nyoman Ngurah Jimmy Sidarta mengatakan, bahwa curah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur seluruh wilayah Kota Denpasar beberapa hari belakangan ini.

Baca juga: Cegah Penyebaran Covid-19, AAUI Cabang Denpasar Siapkan Puluhan Wastafel Portabel 

Baca juga: Sepak Bola Indonesia Dinilai Masih Jauh Tertinggal dari Negara Eropa

Baca juga: Eks Bali United Sukarja Kembali Rasakan Laga Away, Perkuat Mitra Devata di Solo

Tentunya kondisi ini tidak dapat dipungkiri menyebabkan meningkatnya debit air di drainase dan sungai di Kota Denpasar. 

Karenanya, Dinas PUPR Kota Denpasar yang menerjunkan kurang lebih 265  orang petugas bersama Tim Gabungan  yang terdiri atas BPBD dan DLHK Kota Denpasar langsung melaksanakan atensi dan secara berkelanjutan mobiling ke 4 kecamatan di Kota Denpasar.  

“Begitu ada laporan kami langsung atensi dan turunkan seluruh tim, bersama Tim Gabungan sehingga secepat mungkin aktivitas dapat kembali normal, dan saat ini sudah berhasil ditangani, dan seluruh aktivitas kembali normal,” katanya.

Baca juga: Metode Pembelajaran Merdeka Belajar di Masa Pandemi, Wawa Sebut Bisa Tingkatkan Prestasi Siswa

Baca juga: Profil Jayden Oosterwolde dan Alasan Tolak Timnas U-19 Indonesia

Lebih lanjut dijelaskan bahwa pada prinsipnya sistem drainase sudah cukup baik, namun  demikian mengingat curah hujan cukup tinggi disertai sumbatan sampah dan topografi yang cenderung datar membuat timbulnya genangan air saat hujan lebat dengan intensitas tinggi. 

Baca juga: Pemerintah Serap Aspirasi Implementasi UU Cipta Kerja Sektor Pajak dan Retribusi Daerah hingga UMKM

Kondisi ini memungkinkan daya tampung drainase yang melebihi kapasitasnya, sehingga selang beberapa menit saja surut kembali.

Namun demikian masyarakat diminta tetap waspada dan ikut andil menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan apalagi ke sungai. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved