Dokter Pribadi Maradona Marah dan Menangis Saat Digerebek Polisi, Begini Ini Penjelasannya
Diego Maradona meninggal dunia karena serangan jantung pada Rabu di usia 60 tahun, memicu kedukaan di seluruh dunia
Alasan di balik penyelidikan
Meski begitu, masih belum jelas apa yang mendorong penyelidikan pada Minggu pagi kemarin walau putri dari Maradona dilaporkan prihatin atas perawatan yang diterima ayahnya jelang kematian.
Seorang narasumber anonim dari sistem peradilan Argentina mengatakan kepada penyidik media La Nación setelah mengumpulkan beberapa "bukti" yang tidak spesifik.
"Jika penyimpangan di tempat perawatan medis rumah Maradona dikonfirmasi, kami mungkin akan melihat adanya kejahatan pembunuhan tidak disengaja," ungkap narasumber itu.
Baca juga: Nekat Berselfie dengan Jenazah Diego Maradona, 3 Petugas Pemakaman Dipecat Sampai Diancam Dibunuh
Narasumber lain mengatakan kepada media itu, "Karena Luque adalah dokter pribadi Maradona, keputusan dilakukan penyelidikan ke rumah dan tempat operasinya untuk menemukan beberapa dokumen mungkin akan menentukan apakah ada penyimpangan yang dia lakukan di rumah."
Pada detik-detik meninggalnya, Maradona dirawat di sebuah rumah sewaan di pinggir ibu kota Buenos Aires setelah melewati operasi pada 3 November untuk mengangkat gumpalan darah di otaknya. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Digerebek, Dokter Pribadi Maradona Marah dan Menangis, https://www.kompas.com/global/read/2020/11/30/073021070/digerebek-dokter-pribadi-maradona-marah-dan-menangis?page=all#page2.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/leopoldo-luque-diego.jpg)