Warga Denpasar Diwajibkan Pilah Sampah, 6 Desa Dipilih Sebagai Percontohan Olah Sampah Jadi Kompos

Per tanggal 1 Januari  2021 masyarakat Kota Denpasar wajib memilah sampah sebelum dibuang ke TPS.

Penulis: Putu Supartika | Editor: Wema Satya Dinata
DLHK Denpasar
DLHK Denpasar gelar sosialisasi pemilahan sampah secara mandiri 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Per tanggal 1 Januari  2021 masyarakat Kota Denpasar wajib memilah sampah sebelum dibuang ke TPS.

Sampah yang dibawa ke TPS hanya sampah non organik, sedangkan sampah organik harus dikelola menjadi kompos.

Langkah ini merupakan alternatif untuk mengatasi penuhnya TPA Regional Sarbagita yang diperkirakan akan penuh di awal bulan Juli tahun 2021 mendatang.

Kabid Pengelolaan Sampah & Limbah B3 DLHK Kota Denpasar, I Ketut Adi Wiguna mengatakan, dalam pemilahan sampah ini Pemerintah Kota Denpasar menunjuk 6 desa sebagai percontohan.

Baca juga: Ketut Suarsa Ditunjuk sebagai Penjabat (Pj) Perbekel Desa Tajun Buleleng

Baca juga: Pelaku Tindak Asusila di Pupuan Tabanan Berhasil Dibekuk Polisi, Empat Perempuan Jadi Korbannya

Baca juga: Penerbangan Domestik pada Oktober 2020 di Bali Tercatat Naik 18,41 Persen dari Bulan Sebelumnya

Enam desa tersebut yaitu Desa Kesiman Kertalangu, Desa Sanur Kauh, Desa Pemogan, Desa Tegal Kertha, Desa Pemecutan Kaja dan Desa Ubung Kaja.

“Enam desa tersebut ditunjuk karena memiliki TPS3R (Reduce, Reuse, Recycle ),” kata Adi Wiguna.

Dengan langkah ini, Wiguna mengaku, di masing-masing TPS3R, sampah organik diproses jadi kompos, sedangkan sampah anorganik dikumpulkan dan dibeli oleh pengepul.

Dengan demikian tidak akan ada sampah yang ke TPA, hanya residunya saja.

Lebih lanjut ia mengatakan, pemilahan sampah ini dilakukan di tingkat rumah tangga.

“Sehingga sampah yang dibawa ke TPS hanya sampah non organik. Untuk sampah organik harus dikelola menjadi kompos melalui lubang biopori yang ada di setiap desa melalui dana desa,” katanya.

Mengingat penerapan akan dimulai tanggal 1 Januari ini, pihaknya bersama tim Jumali DLHK telah turun ke Desa Sanur Kauh untuk melakukan sosialisasi secara door to door.

“Kami minta supaya melakukan pemilahan sampah dari tingkat rumah tangga sampai 5 hari ke depan sebagai percobaan,” katanya.

Kegiatan ini kemudian dilanjutkan ke  Desa Tegal Kerta dan desa lainnya.

“Sosialisasi dilakukan agar tanggal 1 Januari nanti masyarakat sudah terbiasa melakukan pembuangan sampah ke TPS3R dalam keadaan terpilah,” katanya.

Baca juga: 4 Shio Kurang Beruntung Kamis 3 Desember 2020, Shio Kuda Jangan Terlalu Menuntut

Baca juga: Kisah Zanziman Ellie, Pemuda 21 Tahun Dianggap Mukjizat dan Dijuluki Mowgli Dunia Nyata

Baca juga: Shio Tikus Harmonis, 4 Shio Ini Beruntung Kamis 3 Desember 2020, Bagaimana dengan Shiomu?

Pelaksanaan pemilihan dan pengomposan sampah organik di skala RT ini perlu mendapat dukungan dan kesadaran dari masyarakat.

Apalagi dengan adanya Peraturan Walikota tentang memilah sampah dan adanya dukungan regulasi baik Perdes, Perkel dan awig-awig/pararem Desa Adat maka pihaknya optimis akan bisa diterapkan. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved