Baru Dua Bulan Berjalan, Transaksi Penjualan di Denfest 2020 Capai Rp 2 Miliar Lebih

Selama dua bulan dilaksanakan sejak bulan Oktober hingga November 2020, nilai transaksi di helatan Denpasar Festival ke-13 mencapai Rp 2 miliar lebih.

Penulis: Putu Supartika | Editor: Widyartha Suryawan
Tribun Bali/Putu Supartika
Suasana di salah satu UMKM dalam Denpasar Festival 2020. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Selama dua bulan dilaksanakan sejak bulan Oktober hingga November 2020, tercatat jumlah transaksi di helatan Denpasar Festival ke-13 mencapai 13.198 transaksi.

Adapun nilainya yakni mencapai Rp 2.058.967.200.

Kadis Pariwisata Kota Denpasar, MA Dezire Mulyani menjelaskan, dengan platform https://kreativi.id/ pelaksanaan Denfest juga menjadi tempat promosi untuk mendukung eksistensi dan penguatan UMKM di masa pandemi Covid-19 saat ini.

“Kami ingin menciptakan pasar sekaligus mendukung eksistensi UMKM di masa pandemi, sehingga selain mendapatkan stimulus juga mampu menciptakan kemandirian UMKM itu sendiri,” kata Mulyani saat diwawancarai Kamis (3/12/2020).

Ia menambahkan, hingga saat ini pihaknya bergerak bersama seluruh stakeholder terkait untuk membantu sesama yang terdampak Covid-19.

Meski dengan keterbatasan gerak dan ruang, dengan pelaksanaan denfest 2020 ini diharapkan mampu menjawab sedikit kekhawatiran UMKM di masa pandemi saat ini.

Baca juga: 2.915 Seniman dan Pelaku Ekonomi Kreatif di Denpasar Mendapat Stimulus Lewat Denfest Tahun 2020

“Pengembangan kedepannya platform ini masih jauh dari kata sempurna dan perlu kita terus lengkapi dengan permasalahan yg ada dilapangan. Dan kami akan terus membangun kolaborasi dengan para start up dan pelaku kreatif untuk membuat sistem digitalisasi UMKM secara berkelanjutan,” katanya.

“Kami bersyukur selama dua bulan pelaksanaan Denfest mampu menembus angka Rp 2 Miliar lebih transaksi. Hal ini tentu memberikan dampak positif terhadap perputaran perekonomian di Kota Denpasar,” katanya.

Pihaknya berharap UMKM terus tumbuh mendukung perputaran roda perekonomian di tengah pandemi.

Kepala Bidang Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Dinas Pariwisata Daerah (Disparda) Kota Denpasar, I Wayan hendaryana menambahkan, semua pelaku UMKM yang terlibat tersebut melakukan usaha di Denpasar serta ber-KTP Denpasar.

“Ada beberapa pelaku usaha dari kabupaten lain yang mau ikut, tapi kami tolak karena mereka tidak ber-KTP Denpasar sebagai syarat kepesertaan. Tapi pada pelaksanaan selanjutnya kami pertimbangkan untuk kerjasama dengan kabupaten lain,” kata Hendar.

Baca juga: Bali Virtual Run 2020 Meriahkan Denfest ke-13, Diikuti Ratusan Peserta

Ia menambahkan, untuk sistem pemesanan dilakukan menggunakan market place di website dmarket.id dengan sistem pembayaran non tunai.

“Untuk pengirimannya kami kerjasama dengan GoJek untuk wilayah Denpasar, dan JNE maupun TIKI untuk wilayah luar Denpasar,” imbuhnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved