Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Cegah Penularan Covid-19, MUA di Denpasar Ini Gunakan Face Shield hingga Sterilkan Alat Make Up

Terapkan Protokol Kesehatan, MUA di Kota Denpasar Ini Gunakan Face Shield Hingga Sterilkan Alat Make Up

Tribun Bali/Ni Luh Putu Wahyuni Sari
Nana ketika merias konsumennya, Minggu (6/12/2020). 

Laporan Wartawan, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Pandemi Covid-19 membuat banyak kegiatan usaha mulai menerapkan kebiasaan baru dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Tak terkecuali kegiatan usaha perias pengantin.

Salah satu Make Up Artis (MUA) di Kota Denpasar, Putu Apriana Sucipta, mengungkapkan perbedaan ketika ia merias customer sebelum dan ketika pandemi.

Wanita yang dipanggil akrab Nana ini mengatakan, usaha jasa merias pengantin ini telah dilakoninya sejak tahun 2017.

Baca juga: Kronologi Pria Paruh Baya Pingsan di Pasar Kreneng Hingga Dinyatakan Meninggal oleh Tim Medis

Baca juga: Kaum Milenial di Badung Ikut Promosikan Pariwisata, Difasilitasi Berwisata ke Sejumlah Destinasi

Baca juga: Pria Berbadan Kekar yang Juga Binaragawan Ini Nikahi Boneka Seks, Sebut Hubungannya Tak Terpisahkan

Sebelum pandemi Covid-19, ia dapat merias pengantin hingga 60 orang ketika memasuki musim pernikahan.

Namun ketika kasus Covid-19 usaha meriasnya mulai mengalami penurunan.

Sehingga ia hanya mengambil beberapa job seperti make up untuk prewedding, wisuda dan graduation.

"Sempat turun sih jasa merias waktu Covid-19 lagi heboh-hebohnya, jadi waktu itu saya hanya ngambil rias untuk prewedding, wisuda dan graduation,"ucapnya

Namun setelah new normal diberlakukan pada (1/6/2020) lalu, Nana mengatakan, orderan jasa merias pengantin mulai berdatangan.

Puncaknya pada bulan November 2020.

"Sempat sepi selama empat bulan, akhirnya setelah pemerintah menerapkan new normal, banyak calon pengantin yang akan melangsungkan pernikahan dan menghubungi saya untuk melakukan kegiatan rias pengantin," terangnya dengan Tribun Bali, Minggu (6/12/2020).

Selama pandemi Covid-19 ini, wanita berumur 25 tahun tersebut juga menurunkan harga jasa riasnya.

Jika sebelum pandemi ia mematok harga merias pengantin Bali dengan payas agung dengan harga Rp. 7 juta hingga Rp. 8 juta.

Namun saat ini ketika pandemi, ia menurunkan harga hingga Rp. 6 juta.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved